Minggu pukul 12.01 WIB tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 41 detik.
Sebelumnya, pukul 11.44 WIB tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara.
Minggu pagi, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 5-50 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah ke arah barat laut.
Kegempaan tercatat 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-10 mm, dominan 5 mm.
Hasil evaluasi instrumental dan visual, Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menaikan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Status Siaga ini berlaku sejak Jumat 9 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.




