Senin, Oktober 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gunung Anak Krakatau Meletus 8 Kali

redaksi
19 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Gunung Anak Krakatau Meletus Pagi Siang dan Sore

Letusan Gunung Anak Krakatau Minggu (18/10) siang. FOTO: PVMBG

Darilaut – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, mencatat delapan letusan (erupsi) Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, pada Minggu (18/10). Sepanjang 2026 jumlah letusan Gunung Anak Krakatau 159.

Erupsi Minggu terjadi pukul 06.00.56 WIB, pukul 11:44 WIB, pukul 12:01 WIB, pukul 12:57 WIB, pukul 12.59.19 WIB, pukul 17.34.09 WIB, pukul 22:22 WIB dan pukul 22:25 WIB.

Erupsi Anak Krakatau Minggu malam, tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 100 detik.

Teramati asap kawah utama berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 5-500 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut.

Hasil pengamatan kegempaan tercatat 15 kali gempa letusan dengan amplitudo 43-70 mm, dan lama gempa 20-674 detik; 10 kali gempa embusan dengan amplitudo 13-48 mm, dan lama gempa 17-49 detik; 7 kali gempa low frequency dengan amplitudo 10-50 mm, dan lama gempa 5-12 detik.

Pusat Vulkanologi mencatat 72 kali gempa hybrid/ fase Banyak dengan amplitudo 4-50 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 5-19 detik; 29 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 8-48 mm, dan lama gempa 4-17 detik;8 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 41-58 mm, S-P 1.4-3.2 detik dan lama gempa 11-27 detik dan 4 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-15 mm, dominan 5 mm.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiSelat Sunda
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Konsumsi Ikan yang Tercemar Timbal Mengganggu Fungsi Organ dan Reproduksi

Next Post

Super Typhoon Champi Heads Toward the East of Taiwan

Postingan Terkait

Super Typhoon Champi Heads Toward the East of Taiwan

Super Typhoon Champi Heads Toward the East of Taiwan

19 Oktober 2026
Terjerat Impor Ikan

Konsumsi Ikan yang Tercemar Timbal Mengganggu Fungsi Organ dan Reproduksi

19 Oktober 2026

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

Gunung Anak Krakatau Meletus Pagi Siang dan Sore

10 Tahun Riset Pusaran Arus Laut, Peneliti BRIN Kembangkan Pemantauan Berbasis Satelit

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

El Niño Mengubah Warna Lautan

Next Post
Super Typhoon Champi Heads Toward the East of Taiwan

Super Typhoon Champi Heads Toward the East of Taiwan

TERBARU

Super Typhoon Champi Heads Toward the East of Taiwan

Gunung Anak Krakatau Meletus 8 Kali

Konsumsi Ikan yang Tercemar Timbal Mengganggu Fungsi Organ dan Reproduksi

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

Gunung Anak Krakatau Meletus Pagi Siang dan Sore

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Siklon Senyar Mengakibatkan 82 Orang Meninggal di Aceh, Sumut dan Sumbar

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

LP3M Perguruan Tinggi Indonesia Gelar Simposium di UNG

Lebih dari 3,2 juta Siswa Terdampak Gempa Sarangani di Mindanao, Filipina Selatan

E-Logbook Versi Baru Dilengkapi FishFace, Teknologi yang Mampu Mengenali Spesies Tuna dan Kakap

Insiden di Laut Cina Selatan, Kapal Cina Mengusik Penjaga Pantai Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.