Citra pertama 8 Agustus, endapan vulkanik berwarna cokelat muda menutupi sebagian besar badan kerucut gunung api.
Citra kedua 20 September, endapan lava luas berwarna merah kecokelatan gelap membentang di sektor selatan dan barat.
Selain itu, terdapat material baru di sepanjang garis pantai telah menambah luas daratan pulau tersebut sekitar 0,2 km².
Data Copernicus Sentinel-2 mendukung pemantauan pulau vulkanik dan perubahan permukaan yang cepat, serta membantu memetakan sebaran endapan lava, menilai perubahan bentuk lahan vulkanik, dan memantau perkembangan letusan yang sedang berlangsung.
Perluasan Gunung Anak Krakatau
Analisis awal Badan Geologi perluasan Gunung Anak Krakatau setelah erupsi menerus dengan luas 32.8 hektare. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, mengatakan, berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut – barat – barat daya.
Hal ini sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus tanggal 4 – 6 September 2026.
Berdasarkan Citra Sentinel juga terdekteksi adanya “gumuk pulau kecil” di sebelah barat laut dan tenggara dari tubuh Gunungapi Anak Krakatau.




