Pusat Vulkanologi mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/ lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Gunung api Semeru secara geografis berada pada posisi 8° 6,5’ LS dan 112° 55’ BT dengan tinggi puncaknya 3676 mdpl.
Aktivitas gunung api ini dipantau secara visual dan instrumental dari 2 Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang berada di Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, dan Desa Agrosuko, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Karakter erupsi gunung api Semeru saat ini berupa erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif.
Letusan abu bertipe vulcanian terjadi setiap hari, yang terkadang disertai guguran lava serta awan panas guguran. Aliran awan panas guguran tersebut mengarah ke bukaan kawah sebelah tenggara, yaitu mengarah ke hulu Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.
Tingkat aktivitas gunung api Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.
Hasil pemantauan visual menunjukkan bahwa letusan abu terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari.





Komentar tentang post