”Saya menyerukan kepada seluruh pemerintah di seluruh dunia untuk meratifikasi dan mengesahkan Konvensi tersebut,” ujar Guterres, seraya menambahkan menindak tegas korupsi yang memberi celah bagi para penjahat, dan memastikan perusahaan-perusahaan teknologi mengendalikan penyalahgunaan di platform mereka.
Pada saat yang sama, ”kita harus mendukung para penyintas dari pusat-pusat penipuan tersebut agar mereka dapat pulih dan menata kembali kehidupan mereka,” ujarnya.
Guterres menyampaikan pesan bahwa perdagangan manusia dalam segala bentuknya merupakan pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan bekerja sama, kita dapat mengakhiri eksploitasi ini untuk selamanya.
Terperangkap
Tema Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia tahun ini, “Terperangkap di Balik Penipuan,” menyoroti perdagangan manusia untuk kejahatan paksa dalam operasi penipuan daring.
Kampanye Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB (IOM) menyerukan pengakuan yang lebih besar terhadap orang-orang yang dieksploitasi di balik penipuan daring dan perlindungan yang lebih kuat bagi para korban.
Menurut IOM, di seluruh dunia, orang-orang ditipu oleh tawaran pekerjaan palsu, diangkut melintasi perbatasan, dan terperangkap di kompleks penipuan di mana mereka dipaksa untuk melakukan penipuan daring melalui paksaan, kekerasan, dan intimidasi.



