Pada Hari Keanekaragaman Hayati Internasional ini, dengan tema “Bertindak secara lokal untuk dampak global”, sebuah gagasan yang untuk perubahan besar yang dimulai dari skala kecil dan lokal.
Keberhasilan rencana untuk membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati ini bergantung pada kekuatan tindakan lokal—pada komitmen komunitas, organisasi, dan pemerintah yang bekerja sama.
Kampanye ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa urgensi. Pada tahun 2026, hanya tersisa empat tahun untuk memenuhi target jangka pendek Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable development goals (SDGs).
Restorasi Ekosistem
Satu juta dari sekitar 8 juta spesies di dunia terancam punah. Tetapi harapan belum hilang. Upaya sedang dilakukan untuk menghidupkan kembali ekosistem yang menjadi tempat perlindungan bagi banyak spesies yang terancam punah.
Keanekaragaman hayati sering dipahami dalam hal beragamnya tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, tetapi juga mencakup perbedaan genetik dalam setiap spesies. Misalnya, antara varietas tanaman dan ras ternak — dan beragamnya ekosistem (danau, hutan, gurun, lanskap pertanian) yang menjadi tempat berbagai macam interaksi di antara anggotanya (manusia, tumbuhan, hewan).




