Kamis, Juli 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hasil Survei, Gempa Cianjur Akibat Sesar Baru Cugenang

redaksi
10 Desember 2022
Kategori : Berita
0
Hasil Survei, Gempa Cianjur Akibat Sesar Baru Cugenang

GAMBAR: BMKG

Darilaut – Hasil survei Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Cianjur Magnitudo 5,6 pada Senin 21 November 2022 lalu akibat sesar (patahan) baru Cugenang.

Sesar ini berada di area seluas kurang lebih 9 kilometer persegi. Lantaran jalur patahannya ada di wilayah Cugenang, dinamakan Sesar Cugenang.

Hasil survei Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) area seluas 9 kilometer persegi tersebut dinyatakan sebagai zona berbahaya untuk dihuni karena rawan gempa bumi.

Untuk itu, BMKG mendorong Pemerintah Daerah Cianjur segera merelokasi permukiman warga di sepanjang zona patahan atau Sesar Cugenang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan, pemicu gempa Cianjur Magnitudo 5,6 pada 21 November 2022 lalu adalah patahan atau Sesar Cugenang. Ini adalah sesar yang baru teridentifikasi dalam survei yang dilakukan BMKG.

Karena jalur patahannya ada di wilayah Cugenang, kata Dwikorita, dinamakan Sesar Cugenang. Sebelumnya, gempa Cianjur diduga disebabkan aktivitas Sesar Cimandiri karena pusat gempa berada di dekat sesar tersebut.

Hasil analisis focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto udara, serta survei lapangan secara detail oleh BMKG terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture (berupa retakan/ rekahan permukaan tanah), sebaran titik longsor, kelurusan morfologi, dan pola sebaran kerusakan bangunan, disimpulkan bahwa gempa Cianjur disebabkan oleh sesar baru Cugenang.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BMKGGempa CianjurGempa DaratJawa BaratSesar Cugenang
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Lukisan Perahu, Anemon dan Paus di Galeri Riden Baruadi

Next Post

Kota Gorontalo Antisipasi Potensi Bahaya Gempa Bumi

Postingan Terkait

Topan Super Bavi Mengarah ke Selatan Jepang dan Pantai Timur Cina

Pesisir Cina Timur Bersiap Menghadapi Topan Super Bavi

8 Juli 2026
970 Peserta Mengikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026

970 Peserta Mengikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026

8 Juli 2026

Seleksi Mandiri CBT 2026, Rektor UNG Ingatkan Calon Mahasiswa Percaya Diri

Ratifikasi Konvensi ILO 188/2007 untuk Nelayan dan Pekerja Perikanan, EKOMARIN: Jangan Hanya Capaian Diplomatik di Kertas

Badai Tropis Maysak Mengakibatkan 6 Orang Tewas dan 130 Ribu Dievakuasi di Guangxi Cina

Pajak Perusahaan Over the Top Dapat Memperkuat Ekosistem Media

BPBD Pantau 18 Titik Api di Provinsi Gorontalo

Fakultas Kedokteran UNG Perkuat Transformasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum

Next Post
Kota Gorontalo Antisipasi Potensi Bahaya Gempa Bumi

Kota Gorontalo Antisipasi Potensi Bahaya Gempa Bumi

Komentar tentang post

TERBARU

Pesisir Cina Timur Bersiap Menghadapi Topan Super Bavi

970 Peserta Mengikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026

Seleksi Mandiri CBT 2026, Rektor UNG Ingatkan Calon Mahasiswa Percaya Diri

Ratifikasi Konvensi ILO 188/2007 untuk Nelayan dan Pekerja Perikanan, EKOMARIN: Jangan Hanya Capaian Diplomatik di Kertas

Badai Tropis Maysak Mengakibatkan 6 Orang Tewas dan 130 Ribu Dievakuasi di Guangxi Cina

Pajak Perusahaan Over the Top Dapat Memperkuat Ekosistem Media

AmsiNews

REKOMENDASI

Cara Menghitung Kerusakan Terumbu Karang Akibat Tabrakan Kapal, Kasus Caledonian Sky

Agar Tidak Membingungkan, Sutopo Purwo Nugroho Hapus Kicauan ini Bukan Tsunami

Citra Satelit, Data Akurat Dibutuhkan untuk Mendukung Tata Ruang Daerah

AMSI Kembali Menggelar Indonesian Digital Conference 2020

Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Gorontalo Masih Pembahasan di DPRD

Pemahaman Masyarakat Soal Ekosistem Mangrove Masih Rendah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.