Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pemahaman Masyarakat Soal Ekosistem Mangrove Masih Rendah

redaksi
23 Oktober 2018
Kategori : Berita
0
MANGROVE

Wisata mangrove. FOTO: DARILAUT.ID

Tangerang – Pemahaman masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ekosistem mangrove di Indonesia dinilai relatif masih rendah. Terkait dengan masalah tersebut, masyarakat belum memandang sepenuhnya mangrove sebagai ekosistem yang perlu dijaga dan dipulihkan.

Padahal, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), swasta dan masyarakat umum telah melakukan upaya restorasi mangrove. Nyatanya, masih ada beberapa masalah kunci yang belum terselesaikan. Tentu saja menjadi tantangan di lapangan.

Demikian hasil lokakarya Identifikasi Faktor Kunci Sukses dan Keekonomian Restorasi Mangrove Berbasis Masyarakat di Tangerang, Banten. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, diprakarsai World Resources Institute (WRI) Indonesia — lembaga penelitian independen yang berfokus pada upaya pembangunan berkelanjutan, Oktober ini.

Melalui lokakarya ini terdapat sejumlah rekomendasi sebagai peta jalan aksi. Seperti peningkatan upaya penyadartahuan akan manfaat ekologi, sosial dan ekonomi mangrove. Termasuk aspek pengurangan bencana alam dan iklim, serta potensi terkait pasar karbon biru (blue carbon).

Kemudian, penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah melalui revitalisasi Kelompok Kerja Mangrove Nasional dan Daerah yang melibatkan lembaga riset dan perguruan tinggi. Rekomendasi lainnya adalah konsolidasi pemerintah provinsi, kabupaten dan desa untuk mengakselerasi perlindungan dan restorasi mangrove ke dalam perencanaan pembangunan dan tata ruang daerah.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: MangroveWRI
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Tingginya Biaya Restorasi Mangrove Hal Krusial

Next Post

Mangrove Sebagai Penangkap Karbon

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Mangrove

Mangrove Sebagai Penangkap Karbon

Komentar tentang post

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Dekan Mendaftar Sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo

Rawan Putus, Pengamanan Kabel Laut Sangat Penting

BRIN Dorong Kolaborasi Regional untuk Wujudkan Kebijakan Adaptasi Iklim Berbasis Sains

Hadapi Tindakan Balasan, Kementerian Lingkungan Hidup Kumpul Sejumlah Ahli Indonesia

KRI Torani-860 Tangkap Kapal Tongkang Muat Pasir Ilegal

Banjir Melanda Kabupaten Mamasa dan Parigi Moutong

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.