Dalam studi klinis terhadap pasien heat stroke, lebih dari 70% pasien menunjukkan peningkatan biomarker jantung seperti troponin, yang merupakan indikator kerusakan sel otot jantung.
Selain itu, peningkatan B-type Natriuretic Peptide (BNP) juga ditemukan pada lebih dari setengah pasien, menunjukkan adanya tekanan berlebih pada jantung. Biomarker lain seperti IL-6 dan D-dimer meningkat secara signifikan dan berkaitan dengan respons inflamasi sistemik serta gangguan pembekuan darah yang dapat berkembang menjadi kegagalan multi-organ.
Temuan-temuan ini menegaskan bahwa heatstroke bukan sekadar gangguan suhu tubuh, tetapi merupakan darurat medis sistemik yang melibatkan peradangan, gangguan sirkulasi, dan kerusakan organ vital.
Pada tahap awal, pasien sering mengalami kondisi hiperdinamik, yaitu peningkatan denyut jantung dan curah jantung. Namun, dalam waktu 24–48 jam, kondisi ini dapat berkembang menjadi penurunan fungsi pompa jantung akibat fenomena yang dikenal sebagai myocardial stunning, yaitu gangguan kontraksi jantung yang bersifat sementara namun berpotensi fatal.
Masalah lain yang sering muncul adalah tantangan dalam diagnosis. Banyak kasus heatstroke tidak segera dikenali karena suhu tubuh yang diukur pada permukaan kulit tidak selalu mencerminkan suhu inti tubuh.




