Darilaut –Hari Hiu Paus Internasional (International Whale Shark Day), Minggu (30/8) 2020 diperingati berbagai elemen warga Gorontalo. Peringatan yang dipusatkan di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango ini sebagai langkah menuju pengelolaan destinasi Hiu Paus Botubarani lebih berkelas dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumberdaya Bapppeda Provinsi Gorontalo Dr Aryanto Husain, mengatakan dalam peringatan ini digelar berbagai kegiatan. Antara lain, aksi bersih sampah di pantai dan laut, lomba mewarnai, pembuatan vlog, dan testimoni-testimoni.
“Ini adalah deklarasi dukungan terhadap pengelolaan Destinasi Destinasi Hiu Paus Botubarani secara mendunia dan berkelanjutan,” kata Aryanto.
Peringatan Hari Hiu Paus Internasional dengan tema “Protect whale shark for our legacy”. Peringatan ini menjadi momentum percepatan Pariwisata Gorontalo yang mendunia khususnya dalam pengelolaan wisata bahari. Lebih khusus lagi dalam pengelolaan Destinasi wisata Hiu Paus Botubarani.
Menurut Aryanto, kehadiran satwa laut ini menjadi anugerah tersendiri. Botubarani makin dikenal dan Gorontalo kian menjadi pilihan utama kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Hiu paus sudah lama dikenal warga Gorontalo, terutama mereka yang tinggal di pesisir. Keberadaan hiu paus dengan nama lokal munggiyango hulalo di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango tersebut memunculkan berbagai mitos.
Dalam mitos masyarakat Gorontalo kehadiran hiu paus ini berkat seorang tua renta dengan jenggotnya yang panjang. Orang tua ini kadang terlihat oleh mata mistis berdiri di atas bebatuan di pinggir pantai Botubarani.
Orang tua berjenggot ini dapat berkomunikasi dengan hewan-hewan laut yang berukuran besar. Masyarakat meyakini orang tua ini menjadi perantara keberadaan hiu paus selalu ada di Botubarani.
Mitos lain dikaitkan dengan keberadaan gua bawah laut depan pantai Botubarani. Gua ini sangat besar dalam panjang.
Meski berukuran besar dan panjang, penyelam tidak berani memasuki goa tersebut. Ada anggapan gua ini menjadi tempat bersembunyi atau beristirahat hiu paus yang ada di botubarani.
Pengelolaan Destinasi Hiu Paus Botubarani mendunia dan berkelanjutan mencakup kelembagaan pengelolaan yang profesional dengan kapasitas pengelolaan yang terus ditingkatkan.
Pengaturan tata ruang laut (zonasi) sesuai penetapan pencadangan kawasan konservasi perairan yang terhubung dengan inisiasi Geopark Gorontalo, serta dibangun di atas pondasi intevensi kebijakan dan program yang sinergis serta peran serta masyarakat yang kuat.
Kampanye dan gerakan aksi sosial ini perlu diikuti oleh komitmen yang kuat oleh semua pihak. Komitmen Pemerintah Daerah antara lain melalui intervensi kebijakan yang terukur, terarah dan sinergis.
Komitmen pelaku wisata, pegiat wisata dan masyarakat umum antara lain dengan menjaga lingkungan sekitar, terutama perairan laut.
Kemudian, tidak membuang sampah sembarang dan menyentuh hiu paus atau memberinya makan merupakan gambaran komitmen kita bersama dalam pengelolaan destinasi secara lebih berkelas dan berkelanjutan. “No Touching, No Feeding”.
Pengelolaan destinasi Hiu Paus Botubarani mendunia dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan stakeholder pariwisata. Juga mendorong kontribusi pariwisata dalam pembangunan daerah.
Namun yang lebih penting upaya ini untuk memastikan terpeliharanya ekosistim perairan agar tetap menjadi habitat yang nyaman hidup hiu paus dan berbagai biota laut lainya. Ini adalah komitmen pembangunan pariwisata berkelanjutan di Gorontalo.
Kepala Seksi Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Hartaty Isima, mengatakan, peringatan Hari Hiu Paus Internasional di Botubarani dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, kampanye protokol Covid-19 dengan pembagian masker, anjuran mencuci tangan dan menjaga jarak.*
