Pada Selasa (22/9) pagi, tim SAR gabungan melakukan susur sungai untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian. Hingga pembaruan terakhir, satu warga masih dalam pencarian.
Dalam mendukung penanganan di lapangan, UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa dukungan logistik berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, dan 20 dus air mineral.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, mengatakan bahwa BPBD Kabupaten Solok masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat di tengah atmosfer yang relatif kering tersebut, hujan dengan intensitas lebat masih terjadi secara lokal di beberapa wilayah Indonesia.
Pada periode 18–20 September 2026, hujan lebat tercatat di Sumatera Barat, sebesar 75 mm/hari, Kalimantan Barat 70 mm/hari, Jawa Barat 58 mm/hari, dan Kalimantan Utara 53 mm/hari.
Kejadian hujan tersebut terjadi karena adanya kombinasi beberapa faktor atmosfer, seperti aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Equatorial Rossby, kondisi suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan, serta terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah Indonesia.



