Selain inovasi, Willson menekankan pentingnya visi dan integritas pendiri media dalam menarik kepercayaan investor.
“Foundernya harus visioner, tidak sekadar mengejar keuntungan. Nilai dan visi yang kuat itulah yang membuat media bertahan”.
Senada dengan itu, CEO GDP Venture Martin Hartono menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan industri media di Indonesia.
“Investor tidak membedakan media lokal atau nasional. Yang penting, segmentasi dan inovasinya menarik. Kami masih berkomitmen untuk investasi di media”.
Martin menambahkan, media yang menarik bagi investor adalah yang mampu membawa visi kuat, membangun tim solid, serta menghasilkan konten edukatif yang berdampak sosial.
“Kuncinya ada pada kemampuan media mewujudkan visi dan membangun kesejahteraan masyarakat. Kalau negara sejahtera, bisnis juga ikut membaik”.
Pernyataan dua investor besar ini menegaskan bahwa media masih memiliki nilai strategis di era AI, terutama jika mampu menggabungkan inovasi teknologi, misi edukatif, dan komitmen terhadap kualitas. Di tengah perubahan digital yang cepat, media yang berkarakter dan berintegritas diyakini tetap relevan serta diminati pasar dan investor.
Gelaran IDC AMSI 2025 turut didukung oleh berbagai perusahaan nasional, seperti Sinar Mas Land, PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), PT Harita Nickel, PT AlamTri Resources Indonesia Tbk., PT Telkom Indonesia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Indofood Sukses Makmur, Mining Industry Indonesia atau MIND ID, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Indosat Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (Novita J. Kiraman)




