Salat Iduladha 1443 Hijriah tingkat kenegaraan berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta. Hadir, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Pimpinan dan Pejabat Kementerian dan Lembaga Negara, serta Duta Besar negara-negara sahabat.
Bertugas sebagai Khatib Masjid Istiqlal adalah Mendiknas Periode 2009-2014 sekaligus ketua BWI Pusat, Prof M Nuh. Khutbah mengangkat tema “Semangat Gotong Royong Perkuat Sendi Kebhinekaan”.
Menyitir Ibn Atha’illah dalam Al Hikam, M Nuh menjelaskan nikmat itu dirasakan betapa besar nilainya, setelah nikmat itu tercabut. Besarnya nikmat mampu melihat baru terasa, disaat kita mengalami gangguan penglihatan.
“Saya mengajak semuanya untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kita. Keimanan yang tidak hanya meyakini tentang adanya alam semesta (makhluk) yang bersifat nisbi, tetapi juga meyakini seyakin-yakinnya adanya Allah SWT sebagai Pencipta (Cholik), satu-satunya Tuhan yang patut disembah dan bersifat mutlak. Meyakini Rasulullah Muhammad SAW sebagai RasulNya,” kata M Nuh.
“Keyakinan yang tidak hanya meyakini tentang adanya alam syahadah (physical space), tetapi juga meyakini tentang adanya alam ghaib (cyber space). Keyakinan yang tidak hanya meyakini adanya masa kini, tetapi juga masa lalu (Para Rasul dan kitab-kitabnya sebelum Rasulullah Muhammad SAW) dan keyakinan adanya masa depan, setelah kehidupan dunia ini (alam barzakh dan akhirat).”





Komentar tentang post