Penyebab selanjutnya adalah degradasi habitat Sungai Ciliwung yang mengancam banyak kehidupan, tembok yang dipasang di pinggir sungai membuat hewan seperti berang-berang hilang. Padahal, keberadaannya penting sebagai regulator ekosistem.
Penyebab lainnya, pencemaran khususnya di hilir yang merusak kehidupan ikan di Sungai Ciliwung.
Untuk itu, mahasiswa diharapkan mendukung kegiatan flow modification menjadi positif dengan membuat tangga ikan. Permasalahan sungai dapat dibenahi dengan upaya dari masyarakat/komunitas yang perlu didukung oleh semua pihak.
Deputi Direktur Administrasi Seameo Biotrop Dr Zulhamsyah Imran, mengatakan, mengenai peran Biotrop dalam naturalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.
Menurut Zulhamsyah, ada skenario pengembangan kebijakan pengelolaan berkelanjutan pada DAS Ciliwung. Seperti naturalisasi, meningkatkan keanekaragaman flora dan fauna, meningkatkan proses jaga ekosistem dan lingkungan, dan kembalikan air sebagai sumber kehidupan.
Seameo Biotrop memiliki upaya menaturalisasi Sungai Ciliwung dengan manajemen lanskap pada rivarian, bioretaining wall pada sempadan sungai, kultur jaringan bibit bamboo, dan Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Selamatkan Ciliwung.*





Komentar tentang post