Senin, Juni 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ikan Raja Laut Coelacanth Lebih Tua dari Dinosaurus

redaksi
21 Juni 2019
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Ikan Raja Laut Coelacanth Lebih Tua dari Dinosaurus

FOTO: DOK. LOKA PSPL SORONG

Replika ikan purba raja laut, Coelacanth. FOTO: DARILAUT.ID

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengeluarkan regulasi menyangkut keberadaan ikan yang dilindungi. Ketentuan ini dituangkan melalui Peraturan Menteri Kelautan Nomor 61 Tahun 2018.

Dalam ketentuan ini mengatur pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi dan/atau jenis ikan yang tercantum dalam Appendiks Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora (CITES).

Termasuk dalam ketentuan ini ikan Coelacanth. Sehingga pemanfaatan dan peredarannya dilaksanakan sesuai dengan Permen 61 tahun 2018 tersebut.

Nama coelacanth berasal dari kata-kata Yunani coelia (berongga) dan acanthos (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga. Ikan coelacanth tergolong ke dalam ordo Coelacanthiformes.

Ikan purba ini diperkirakan pertama kali muncul 400 juta tahun lalu di bumi, di zaman Devonian. 200 juta tahun lebih purba dari usia dinosaurus yang baru muncul di muka bumi pada zaman Triasic.

Ikan ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis-jenis lainnya. Seperti adanya tujuh sirip yang tebal dan berotot yang memiliki daging, dengan sirip tambahan pada ekornya.

Dengan adanya sirip-sirip yang menyerupai tonjolan tangan dan kaki, ikan coelacanth diasumsikan berkerabat lebih dekat ke ikan paru (lungfish), mamalia dan reptil (hewan berkaki empat /tetrapoda) daripada dengan kelompok ikan bersirip kipas.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: CoelacanthIkan raja lautRaja Ampat
Bagikan52Tweet18KirimKirim
Previous Post

Dibawa Dalam Keadaan Hidup, Ini Kronologi Temuan Ikan Purba Raja Laut di Raja Ampat

Next Post

Alumni Kelautan Unsrat Buka Pelatihan Diving

Postingan Terkait

Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

22 Juni 2026
Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

22 Juni 2026

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

Pengunjung Hiu Paus Botubarani Membludak di Akhir Pekan, Senin Antrian 232 Orang

Badai Tropis Mekkhala Mendekati Kategori Topan di Laut Filipina

Next Post
Alumni Kelautan Unsrat Buka Pelatihan Diving

Alumni Kelautan Unsrat Buka Pelatihan Diving

Komentar tentang post

TERBARU

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

AmsiNews

REKOMENDASI

PBB Memberikan Penghargaan Kolaborasi Penanganan Kejahatan Lingkungan dan Penegakan Hukum di Indonesia

Dua Bibit Siklon Tropis Berkembang di Dekat Guam dan Kepulauan Mariana Utara

Heboh, Penyelam Masuk Mulut Paus

Perubahan Iklim Ancaman Paling Menakutkan bagi Umat Manusia

Siklon Tropis Darian Terbentuk di Dekat Kepulauan Cocos, Samudra Hindia

Krisis Air Global Memengaruhi Semua Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.