Prof. Tangang mengatakan mengenai progress phase 2, downscale dari medium resolusi menjadi data proyeksi iklim resolusi tinggi (5 km), dengan domain adalah wilayah-wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim di Asia Tenggara dengan menggunakan multi-model dan multi-skenario. Dataset yang baru dibuat ini akan diarsipkan sebagai bagian dari Earth System Grid Federation (ESGF).
Menurut Ketua Proyek CORDEX-SEA fase 2, Dr Jerasorn pembentukan SEACLID/CORDEX pada tahun 2012 oleh Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand dengan tujuan utamanya adalah menciptakan platform bagi para ilmuwan di dalam dan di luar kawasan Asia Tenggara untuk berkolaborasi dalam isu-isu yang terkait dengan downscaling skala iklim regional.
Sementara untuk tujuan workshop SEACLID/CORDEX-SEA fase 2 ini adalah menyediakan multi model skenario proyeksi perubahan iklim resolusi tinggi (5 km x 5 km) dan proyeksi iklim ekstrem untuk wilayah rentan di kawasan Asia Tenggara dan menjalin kolaborasi yang lebih kuat dengan pemangku kepentingan serta memberikan panduan tentang penggunaan informasi iklim yang dihasilkan kegiatan ini.
Direktur CORDEX IPOC Swedia Dr Irene Lake mengatakan CORDEX adalah bagian dari WCRP khususnya dalam menjembatani ilmu iklim dan masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana informasi iklim regional tersebut sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan lebih baik lagi.





Komentar tentang post