Kemudian, pengendalian pencemaran dan teknologi untuk mengatur kualitas air, modelling and information technology for decision support tool and water-related disaster risk reduction. Selanjutnya, ecohydrology dan ecosystem education, regulation, activities and culture.
“Forum khusus ini adalah bagian dari kontribusi ilmuwan untuk mempromosikan ekosistem perairan tropis kepada masyarakat di dunia,” kata Luki.
Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Anggoro Tri Mursito, mengatakan, GeoScience sebagai sub konferensi ICOES 2020 merupakan kelanjutan Global Colloquium on GeoSciences and Engineering (GCGE).
“Kali ini kami akan menampilkan perkembangan terkini tentang GeoScience dan teknologi yang tidak terbatas pada locus penelitian di Indonesia saja.”
Akan ada juga paparan oleh peneliti luar negeri dalam hal ini invited speaker maupun pembicara mulai yang Originated Middle East, Eropa dan Asia.
Anggoro merinci topik-topik yang di bahas sangat beragam, yaitu: Environmental science technology, Climate change adaptation and mitigation, Disaster risk reduction, juga Earth resources engeneering.
“Studi terkait kebencanaan mulai bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi dengan lokus di Sumatra, Jawa, Yogyakarta sampai Flores dan bagaimana strategi meningkatkan investasi pada pengurangan risiko bencana, tak luput dari pembahasan pada konferensi ini,” ujar Anggoro.





Komentar tentang post