Darilaut – Siklon Tropis Mitchell (21U) terbentuk di lepas pantai utara timur laut dekat Pilbara Australia, pada Jumat (6/2) malam.
Sistem kategori 1 ini mengemas angin kencang di dekat pusat badai 65 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 95 kilometer per jam.
Pada Sabtu (7/2) dini hari, Mitchell dengan jarak 200 km di sebelah utara pantai Pilbara semakin menguat.
Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia memperkirakan Mitchell akan mencapai siklon kategori 2 pada Sabtu malam.
Jika pergerakannya lebih lambat dan tetap berada di atas perairan lepas pantai yang hangat lebih lama, Biro Meteorologi mengatakan ada sedikit kemungkinan bahwa Mitchell dapat semakin menguat menjadi siklon kategori 3.
Berdasarkan jalur perkiraan saat ini, Mitchell diperkirakan akan mendarat di pantai Pilbara barat sekitar Minggu (8/2) malam, kata Biro Meteorologi.
Sistem ini membawa hujan lebat, angin yang merusak dan angin kencang.
Zona peringatan berada di De Grey hingga Mardie, termasuk Port Hedland dan Karratha, zona pengawasan di Onslow hingga Coral Bay, termasuk Exmouth, dan meluas ke pedalaman melalui Pilbara barat hingga mencakup Pannawonica.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Siklon Tropis Mitchell memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 7 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.




