Para ilmuwan menduga kemungkinan masih ada terumbu karang spektakuler di lepas pantai Tahiti.
Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay mencatat bahwa hanya 20 persen dari seluruh dasar laut yang telah dipetakan.
“Penemuan luar biasa di Tahiti ini menunjukkan karya luar biasa para ilmuwan, dengan dukungan UNESCO telah memperluas pengetahuan kita tentang apa yang ada di bawahnya,” katanya.
Ekspedisi ini merupakan bagian dari inisiatif pemetaan laut UNESCO. Temuan terumbu karang dengan ukuran tersebut sangat penting.
Hal ini merupakan sumber makanan penting bagi organisme lain dan dengan demikian dapat membantu penelitian seputar keanekaragaman hayati.
Organisme yang hidup di terumbu juga dapat menjadi penting untuk penelitian obat, sedangkan dari sudut pandang keberlanjutan, terumbu dapat memberikan perlindungan dari erosi pantai dan bahkan tsunami.
“Polinesia Prancis mengalami peristiwa pemutihan yang signifikan pada tahun 2019, namun terumbu ini tampaknya tidak terpengaruh secara signifikan,” kata Dr. Laetitia Hedouin dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) dan badan penelitian lingkungan CRIOBE, yang hadir pada misi.
“Penemuan terumbu karang ini dalam kondisi yang masih asli adalah kabar baik dan dapat menginspirasi konservasi di masa depan. Kami berpikir bahwa terumbu yang lebih dalam mungkin lebih terlindungi dari pemanasan global.”





Komentar tentang post