Duta Besar Arrmanatha C. Nasir yang juga Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, menjelaskan strategisnya peran Indonesia dan negara berkembang lainnya dalam implementasi isi perjanjian.
Komitmen Indonesia dalam peningkatan keterlibatan negara berkembang dalam pemanfaatan lestari sumber daya genetik di laut internasional itu terdokumentasi dengan jelas dalam berbagai sesi negosiasi perjanjian.
Tim Indonesia mendorong secara aktif agar bioteknologi menjadi aspek tak terpisahkan dari alih teknologi kepada negara berkembang.
Usulan yang awalnya mendapat tantangan negara maju ini akhirnya diterima sidang menyusul intervensi dari delegasi Indonesia.
Selain memperjuangkan kesetaraan kesempatan bagi negara berkembang, Indonesia juga berhasil memastikan agar sumber daya genetik terbesar yang ada di laut, yakni ikan yang dimanfaatkan dalam aktivitas bioteknologi, tidak dikecualikan dari rezim pembagian keuntungan/manfaat bagi semua negara, terutama negara berkembang.
Indonesia menentang keras pelaksanaan aktivitas di laut bebas yang tidak bertanggung jawab dan tidak konsultatif dengan negara di sekitar lokasi pelaksanaan aktivitas di laut bebas.
Kepemimpinan Indonesia dalam konteks peran negara pulau dan kepulauan juga dilakukan dengan memastikan kebijakan afirmasi bagi keterwakilan pakar negara pulau dan kepulauan dalam skema institusional dan pengembangan kapasitas perjanjian, termasuk scientific and technical body (STB).





Komentar tentang post