Karena itu, menurut Menteri Susi, dalam mencapai target 2020 Samudera Pasifik bebas IUU Fishing diperlukan kerjasama yang erat antar negara. Sektor bisnis diharapkan mengambil tindakan untuk mengendalikan rantai pasokan, sementara sektor pemerintah mengontrol akses ke pelabuhan dan membuat sistem pendataan untuk mendukung usaha yang sudah dilakukan.
“Tanpa kepemimpinan dan dukungan politik yang kuat, langkah-langkah luar biasa apa yang dimiliki Indonesia dalam memerangi IUU Fishing tidak akan bertahan,” ujarnya.
Forum Friends of Ocean Action merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah diumumkan pada World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Switzerland 2018 lalu. Kerja sama antar sektor global ini diharapkan dapat menjembatani berbagai macam gagasan antara organisasi non-pemerintah dengan pemerintah, sejalan dengan High Level Panel for a Sustainable Ocean Economy.
Jejaring Friends of Ocean Action mendorong aksi nyata untuk mengakhiri polusi plastik pada tahun 2025, memperluas area perlindungan laut, memastikan keamanan pangan dari Samudera dan mengatasi permasalahan IUU Fishing melalui ratifikasi PSMA dan komitmen dari pengecer tentang transparansi makanan laut dan rantai pasokan makanan. Selain itu, mengurangi pengeluaran karbon sektor kelautan dan pelayaran, membuat platform terbuka Ocean Data dan meningkatkan stabilitas keuangan untuk inovasi bidang kelautan.





Komentar tentang post