Di samping itu, menurut Nugroho, inovasi manajemen riset dan penguatan kapasitas pengelolaan fasilitas riset samudera menjadi komponen penting dalam proyek tersebut.
Inovasi ini mendukung standar pelayanan kapal riset nasional dalam memenuhi standar industri secara global.
“Fasilitas kapal riset penjelajah samudera ini dirancang untuk dapat mendorong riset samudera di bidang geosains kelautan, termasuk pemetaan lantai samudera, riset biota laut dan perikanan, perubahan iklim, serta interaksi antara samudera – atmosfer,” kata Nugroho.
Dengan demikian, percepatan pencapaian tujuan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat diperkuat melalui diplomasi riset. Selain itu, berbagai program ekonomi biru (blue economy) juga mendukung dengan menyediakan data dan informasi kelautan yang akurat.





Komentar tentang post