Salah satunya, menurut Sri Mulyani, melalui teknologi Climate Smart Agriculture (CSA). Teknologi ini telah banyak yang dilakukan untuk mendukung program climate change di Indonesia.
Programnya antara lain Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), yaitu modernisasi irigasi strategis dan program rehabilitasi mendesak.
Tujuannya membangun resiliensi ketangguhan pertanian Indonesia terhadap kondisi iklim yang terus berubah untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pendapatan petani.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani, mengharapkan dengan acara ini dapat memperoleh pandangan dari berbagai sudut kajian terhadap perubahan cuaca, juga keamanan pangan dan pertanian berkelanjutan bisa terwujud.
Selain Alexander Zahar dan Sri Mulyani, hadir dalam kegiatan ini, Shawkat Alam dari Macquire University, Australia, Michelle Lim dari Singapore Management University, Jun Ichihara dari Institute for Global and Enviromental Studies, serta peneliti Indonesia lainnya.





Komentar tentang post