Jumat, Mei 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini 17 Unsur Logam Tanah Jarang

redaksi
3 Juni 2023
Kategori : Berita
0
Mineral Kritis Dibutuhkan untuk Energi Bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik

Ilustrasi batuan yang mengandung mineral logam. FOTO: DARILAUT.ID

Kegiatan ini difasilitasi oleh Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung.

Logam Tanah Jarang disampaikan kepada mahasiswa agar dapat membuka wawasan dan riset sumber daya geologi kepada mahasiswa PEP Bandung jurusan geologi, pertambangan dan metalurgi.

Batuan sumber Logam Tanah Jarang dunia terutama karbonatit dan batuan alkalin-peralkalin terdapat di China, Amerika, Brazil, India, Afrika, Australia, Vietnam, dan Myanmar.

Menurut Iwan, di Indonesia, potensi Logam Tanah Jarang terutama berasal dari sisa pengolahan timah di Bangka-Belitung dan endapan letakan yang terdiri dari monasit, senotim, zirkon, rutil, dan titanit.

Potensi lainnya di Indonesia, kata Iwan, tersebar mulai dari Aceh-Papua, seperti Sibolga, Kepulauan Riau, Ketapang, Mamuju, dan Papua Barat.

Berdasarkan data tahun 2019, terdapat paling tidak 28 lokasi potensi REE namun baru 30% saja yang sudah dilakukan eksplorasi awal.

Batuan pembawa Logam Tanah Jarang terutama alkalin granitoids dan tanah lapukan, lava potasik-sodik batuan ultramafik, dan red mud.

Umumnya Logam Tanah Jarang terakumulasi pada mineral-mineral aksesoris pada batuan berkomposisi asam seperti granitoids, contoh pada monasit, senotim, allanit, titanit, zircon, dst.

Logam Tanah Jarang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia pada kondisi geologi yang unik. Konsentrasi rata-rata Logam Tanah Jarang lebih besar daripada unsur-unsur logam industri dan mineral logam mulia seperti nikel, emas, dan perak.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINLogam Tanah JarangMineral KritisUnsur Logam Tanah Jarang
Bagikan35Tweet21KirimKirim
Previous Post

Kongres Meteorologi Dunia Menetapkan Strategi Baru di Masa Perubahan Iklim

Next Post

Siarang Langsung Pertama Planet Mars Butuh 17 Menit Mencapai Bumi

Postingan Terkait

Transplantasi karang

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

14 Mei 2026
Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

14 Mei 2026

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Next Post
Siarang Langsung Pertama Planet Mars Butuh 17 Menit Mencapai Bumi

Siarang Langsung Pertama Planet Mars Butuh 17 Menit Mencapai Bumi

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Unpad Buka Program Studi Magister Konservasi Laut

Mapalus dan Pendidikan Sarjana Kelautan

Terancam Bahaya Banjir, Sejumlah Warga Gorontalo Utara Menolak Pelaku Usaha Pemanfaatan Hutan

Badai Tropis Florita Akan Mendarat di Filipina

Pasien Konfirmasi Omicron Meninggal Dunia di Indonesia

Efek Corong Teluk V, Gelombang Sangat Besar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.