Kegiatan ini difasilitasi oleh Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung.
Logam Tanah Jarang disampaikan kepada mahasiswa agar dapat membuka wawasan dan riset sumber daya geologi kepada mahasiswa PEP Bandung jurusan geologi, pertambangan dan metalurgi.
Batuan sumber Logam Tanah Jarang dunia terutama karbonatit dan batuan alkalin-peralkalin terdapat di China, Amerika, Brazil, India, Afrika, Australia, Vietnam, dan Myanmar.
Menurut Iwan, di Indonesia, potensi Logam Tanah Jarang terutama berasal dari sisa pengolahan timah di Bangka-Belitung dan endapan letakan yang terdiri dari monasit, senotim, zirkon, rutil, dan titanit.
Potensi lainnya di Indonesia, kata Iwan, tersebar mulai dari Aceh-Papua, seperti Sibolga, Kepulauan Riau, Ketapang, Mamuju, dan Papua Barat.
Berdasarkan data tahun 2019, terdapat paling tidak 28 lokasi potensi REE namun baru 30% saja yang sudah dilakukan eksplorasi awal.
Batuan pembawa Logam Tanah Jarang terutama alkalin granitoids dan tanah lapukan, lava potasik-sodik batuan ultramafik, dan red mud.
Umumnya Logam Tanah Jarang terakumulasi pada mineral-mineral aksesoris pada batuan berkomposisi asam seperti granitoids, contoh pada monasit, senotim, allanit, titanit, zircon, dst.
Logam Tanah Jarang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia pada kondisi geologi yang unik. Konsentrasi rata-rata Logam Tanah Jarang lebih besar daripada unsur-unsur logam industri dan mineral logam mulia seperti nikel, emas, dan perak.





Komentar tentang post