Rabu, April 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Mapalus dan Pendidikan Sarjana Kelautan

redaksi
22 Mei 2025
Kategori : Kajian
0
Kilas Balik Kebijakan Kelautan Pra Kemerdekaan

Dr. Gybert E Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)

Akar Filosofis Mapalus

Di lereng Gunung Klabat yang diselimuti kabut pagi, masyarakat Minahasa telah lama mempraktikkan tradisi mapalus—sebuah sistem gotong royong yang melampaui sekadar kerja bersama.

Mapalus mencerminkan prinsip “Si Tou Timou Tumou Tou,” sebagai suatu aplikasi dari ucapan Sam Ratulangi “Si Tou Timou Tou.” 

Filosofi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara alam, manusia, dan roh leluhur dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah yang mengakari konsep matakuliah pilihan pada Semester VII: “sistem analisis” yang diikuti oleh beberapa mahasiswa angkatan I pada program S1 baru Ilmu dan Teknologi Kelautan dalam periode tahun akademik 1991/1992.

Mapalus bukan hanya aktivitas sosial, melainkan sistem nilai yang terstruktur. Dalam praktiknya, mapalus mengatur distribusi hasil kerja secara adil, memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan ketahanan komunitas.

Prinsip-prinsip ini membentuk peta konsep yang menghubungkan gotong royong dengan distribusi hasil, penguatan ikatan sosial, dan ketahanan komunitas.

Dalam konteks pertanian, mapalus melibatkan siklus kerja yang terorganisir. Tahap “Ma’pukul” dilakukan oleh kelompok pemuda untuk penyiapan lahan, “Ma’tanam” oleh perempuan untuk penanaman bibit, dan “Ma’pali” oleh tetua adat untuk ritual perlindungan.

Halaman 1 dari 6
12...6Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaIlmu Kelautan UnsratMapalusUnsrat
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

BRIN dan OceanX Perkuat Riset Global Bidang Oseanografi

Next Post

Ekosistem yang Sehat dan Dinamis Berperan Melindungi Keanekaragaman Hayati

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Penggunaan Lahan dan Konversi Habitat Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Ekosistem yang Sehat dan Dinamis Berperan Melindungi Keanekaragaman Hayati

TERBARU

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

2018-2021, Sebanyak 483 Kecelakaan Kapal Perikanan Indonesia

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Maksimalkan Vaksinasi Bagi Kelompok Rentan

Bibit 91S di Dekat Cocos (Keeling) Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

Polusi Danau Ancaman Terhadap Ekosistem Air Tawar

Lanjutkan Kerja Sama, UNG dan Polri Tandatangani MoU

Cegah Virus Corona, Bukan Dengan Membasmi Kelelawar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.