Dalam studi perubahan iklim model SARIMA digunakan untuk meramalkan curah hujan bulanan di wilayah-wilayah rawan kekeringan, kata Prof. Ismail, kemudian dijadikan acuan dalam strategi “mitigasi sektor pertanian.”
Dalam konteks perikanan lokal, model SARIMAX juga telah diterapkan ”untuk meramalkan hasil produksi ikan nike di Provinsi Gorontalo,” ujar Prof. Ismail.
Studi ini telah dilakukan oleh Djibran et al. (2025). Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa model ini efektif dalam memodelkan data musiman dan eksogen seperti suhu air laut dan curah hujan, yang secara signifikan memengaruhi tingkat produksi.
Model SARIMAX menawarkan keunggulan dalam mengintegrasikan variabel luar (exogenous variables) yang bersifat musiman dan ekologis, ”menjadikannya alat prediksi penting dalam mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya laut dan ketahanan pangan daerah,” kata Prof. Ismail.
Begitu pula dalam konteks perubahan iklim dan dinamika cuaca ekstrem, model peramalan deret waktu berbasis machine learning semakin banyak digunakan. Pemanfaatan data klimatologis berskala besar dengan pendekatan nonlinier mampu meningkatkan keakuratan proyeksi cuaca jangka panjang dan membantu dalam adaptasi kebijakan iklim.
Model lain yang dapat diterapkan, seperti bagaimana memahami dinamika kemiskinan di tingkat provinsi dan analisis hubungan antara indikator ekonomi makro di Indonesia.




