Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Geofisikawan Australia: Risiko Bencana Dipengaruhi Populasi dan Ekonomi Masyarakat

redaksi
14 November 2019
Kategori : Berita
0
Tsunami Palu dan Selat Sunda, Hasil Survei Berbagai Negara Jadi Pembelajaran Berharga

Gempabumi dan tsunami Palu akhir September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Geofisikawan Australia National University (ANU) Prof Phil Cummins, mengatakan, risiko bencana dapat dipengaruhi oleh beberapa hal dalam masyarakat, diantaranya adalah populasi dan tingkat ekonomi masyarakat.

Di Indonesia, seperti di Pulau Jawa, terjadi peningkatan populasi secara masif di akhir abad ke-20. “Saat terjadi bencana alam gempa, jumlah korban jiwa juga akan tinggi karena tingginya populasi di Pulau Jawa,” ujar Phil, saat kegiatan Public Lecture “Assesing Earthquake/ Tsunami Hazards” kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan ANU, di Jakarta, Senin (11/11).

Menurut Phil, tingkat ekonomi di suatu daerah juga memiliki hubungan dengan dampak gencana. “Tingkat kemiskinan juga berpengaruh karena banyaknya bangunan dengan material rendah, ditambah dengan pengetahuan masyarakat yang rendah, dapat memperbesar dampak resiko bencana,” kata Phil.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesimpulan masyarakat daerah rawan bencana seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai dampak terjadinya gempa bumi dan mengubah persepsi publik tentang potensi gempa. Selain itu, perlu adanya regulasi terkait dengan penerapan kode bangunan tahan gempa juga peningkatan kesejahteraan.

“Karena masyarakat yang sejahtera memiliki kemampuan untuk berinvestasi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: gempabumiLIPItsunamiTsunami PaluTsunami Selat Sunda
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sulawesi Utara Bentuk Forum Perlindungan Awak Kapal Perikanan

Next Post

Bakamla Tangkap Kapal Layar Muat Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Bakamla Tangkap Kapal Layar Muat Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Bakamla Tangkap Kapal Layar Muat Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Potensi Hujan Hari Ini Hingga 16 Maret di Indonesia

Musim Hujan, Waspadai Potensi Banjir

IPB dan Pemda Kepulauan Mentawai Dirikan Politeknik Maritim

KRI Kelabang-826 Tangkap Kapal Tugboat Tanpa SIUPAL di Selat Sunda

16 Provinsi Waspada Potensi Hujan Lebat dan Banjir

Gempa Majene, Ratusan Warga Luka-luka dan 15 Ribu Mengungsi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.