Puskesmas dan rumah sakit setempat juga akan memberi edukasi, informasi, dan pemantauan terhadap pasien. Edukasi dan informasi yang diberikan mencakup hal-hal apa saja yang harus dilakukan pasien selama isolasi diri di rumah. Semua itu akan dilakukan secara online, dengan memanfaatkan teknologi.
Langkah ini dilakukan karena adanya keterbatasan tenaga kesehatan dan kapasitas layanan di puskesmas serta rumah sakit, untuk menangani pasien Covid-19. Pemanfaatan teknologi untuk edukasi dan pemantauan dalam menangani pasien Covid-19 juga dilakukan sebagai bentuk antisipasi kontak, mengingat stok Alat Pelindung Diri (APD) semakin menipis.
Selain memanfaatkan teknologi untuk memantau kondisi pasien positif Covid-19, puskesmas juga telah menggunakan sistem online dalam pelayanan masyarakat. Saat ini, Puskesmas di Indonesia telah mendapat pelatihan secara online dan sudah menjalankan program ini dengan baik.
Jadi, jika merasa berisiko tinggi tertular corona, misal pernah bepergian ke luar negeri atau pernah berkontak dengan pasien positif corona, bisa pergi ke puskesmas terdekat, untuk melakukan pemeriksaan.*
Sumber: BNPB dan Halodoc.com





Komentar tentang post