Intensitas Siklon Tropis Bakung Setara Topan di Barat-Barat Laut Kepulauan Cocos

Prakiraan trek lintasan Siklon Tropis Bakung yang berada pada kategori 3 pada Minggu (14/12) malam. GAMBAR: BOM

Darilaut – Intensitas Siklon Tropis Bakung saat ini berada pada kategori 3 atau setara topan di Samudra Hindia, di barat-barat laut Kepulauan Cocos (Keeling).

Meski menjauh dari wilayah Indonesia, Siklon Tropis Bakung dapat memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan, pada Senin (15/12).

Dampak terhadap wilayah di Indonesia, berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu dan Lampung.

Angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk wilayah perairan, menurut BMKG, tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (Moderate Sea) di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung.

Pada Sabtu (14/12) malam Bakung bergerak ke wilayah tanggung jawab Australia. Sistem ini dengan intensitas kategori 3, berjarak 690 kilometer barat laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Angin berkelanjutan di dekat pusat 120 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 165 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi Australia (BOM).

BOM memperkirakan sistem ini akan melemah pada hari Senin. Bakung telah bergerak menuju barat daya dan mulai melambat karena berinteraksi dengan tekanan rendah tropis (Bibit Siklon Tropis 92S) di timur laut.

Bakung mungkin berbalik arah ke timur pada hari Senin, akan tetapi ada ketidakpastian pada pergerakannya.

Bakung diperkirakan akan tetap berada cukup jauh di barat laut Kepulauan Cocos (Keeling) sehingga tidak akan terjadi dampak langsung. Namun, ada kemungkinan kecil Bakung dapat bergerak lebih dekat ke Kepulauan Cocos (Keeling) selama minggu ini, kata BOM.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC)  mengatakan Bakung terletak 652 km Kepulauan Cocos, dan telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 9 km jam (5 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7 meter (23 kaki), kata JTWC.

Bakung telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan stabil selama beberapa hari terakhir. Namun, sistem ini dengan cepat melambat.

Selama 12 jam ke depan diperkirakan Bakung akan perlahan-lahan bergerak ke arah barat daya dan akan didorong ke arah timur.  

Bakung diperkirakan akan bergerak ke arah timur selama 2 hari ke depan, sebelum mencapai titik infleksi.

Dalam hal intensitas, menurut JTWC, sistem ini telah mencapai puncak intensitasnya. Tetapi tampaknya mampu menahan geseran angin timur yang moderat untuk sedikit lebih lama dan mempertahankan intensitasnya saat ini.

Setelah mulai berbelok ke timur, geseran angin akan meningkat lebih lanjut, dan memulai proses pelemahan.

Exit mobile version