Sistem peringatan dini siklon tropis yang kuat dapat diupayakan dengan modernisasi teknologi serta metodologi analisis dan prediksi yang mumpuni.
“Dengan begitu, data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat memperkuat antisipasi dan tindakan dini dalam mencegah dampak bencana alam akibat siklon tropis,” katanya.
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di bidang prediksi siklon tropis dan peringatan dini diharapkan dapat banyak membantu dalam mengurangi risiko dampak siklon tropis.
Namun demikian, penerapan teknologi baru ini dalam operasi siklon tropis tentunya harus dilaksanakan secara matang dan lebih berkeadilan, mengingat potensi peningkatan kejadian siklon tropis relatif menunjukkan peningkatan baik dari segi frekuensi kejadian maupun intensitasnya secara relatif.
Untuk itu, Dwikorita mengajak komunitas internasional bergotong royong membangun sistem peringatan dini siklon tropis yang handal. Langkah ini penting guna mencegah kerugian materil non materil lebih besar akibat siklon tropis.
“Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan zero victim di daerah yang terkena dampak badai tropis,” ujarnya.
Dwikorita berharap ajang IWTC (International Workshop on Tropical Cyclones) yang digagas sejak awal tahun 1980-an tersebut mampu menjadi jembatan komunikasi, kerjasama dan kolaborasi antar negara dalam penguatan sistem peringatan dini siklon tropis.





Komentar tentang post