Kegiatan pemantauan dan asistensi pendataan ikan tuna (IOTC Technical Assistance Mission) dilaksanakan di Indonesia pada 1 hingga 8 Agustus 2019. Secara keseluruhan, misi tersebut dilaksanakan di 21 negara pantai (Coastal State) anggota IOTC untuk melakukan review apakah pelaksanakan pemantauan, pengumpulan dan pelaporan data ke IOTC sudah dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan ini diberikan pendampingan dan rekomendasi teknis yang diperlukan agar data perikanan tuna yang disampaikan oleh negara-negara anggota IOTC memiliki tingkat validitas yang baik dan dapat dipergunakan dalam penghitungan stok tuna di IOTC.
Samudera Hindia, khususnya di bagian selatan Jawa hingga sebelah selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian barat yang masuk dalam wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPP) 573 dikenal memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah, terutama ikan tuna, tongkol dan cakalang.
Secara total, hasil tangkapan kelompok sumber daya ikan tuna dan sejenis Indonesia di Samudera Hindia (WPP 571, 572, dan 573) pada 2017 berjumlah sekitar 336.000 ton. Kurang lebih 151.000 ton adalah kelompok tuna.
Hasil tangkapan tuna pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 181.000 ton (catatan: tahun 2018 adalah angka sementara) atau sekitar 18 persen dari total produksi tuna di IOTC sebesar 1 juta ton. Hasil tangkapan ini yang terbesar dibandingkan dengan negara-negara anggota IOTC lainnya.





Komentar tentang post