Laporan tersebut juga menggambarkan ancaman yang muncul yang dihadapi laut kutub – Samudra Arktik yang dalam dan Samudra Selatan.
Kawasan ini menutupi sekitar 20 persen lautan global dan memainkan peran penting dalam menyerap emisi karbon.
Hanya saja, pencairan es telah membuka ekosistem kutub yang rentan ini untuk dieksploitasi manusia. Eksplorasi pariwisata, perkapalan, dan hidrokarbon kini meluas ke wilayah kutub.
Apakah kita mendekati apa yang disebut titik kritis di lautan? Laporan menjawab setuju.
Bukti menunjukkan bahwa titik kritis lautan lebih sering dilampaui seiring perubahan iklim.
Namun demikian, peluang untuk melampaui titik kritis di masa depan akan diminimalkan jika kita mengurangi emisi gas rumah kaca dan bertindak untuk membatasi dampak manusia lainnya di laut, seperti penangkapan ikan yang berlebihan dan polusi nutrisi.
Sumber: Maritime-executive.com





Komentar tentang post