Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Riset dan Mitigasi Tsunami di Indonesia

redaksi
10 Maret 2022
Kategori : Berita
0
Buoy BPPT Mampu Deteksi Ada Tidaknya Tsunami Pascagempa

Buoy untuk mendeteksi peringatan gempa dan mengirimkan sinyal ke Pusat Observasi Tsunami (InaTOC) BPPT. FOTO: BPPT

Darilaut – Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) siap berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pengembangan riset tsunami.

“Kami ingin berkolaborasi untuk bersama-sama membangun satu sistem pemodelan tsunami guna mendukung program Indonesia Tsunami Early Warning System atau InaTEWS, sistem ini disebut sebagai model tsunami merah putih,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Widjo Kongko, Jumat (4/3).

Pertemuan dengan BMKG ini adalah untuk mendiskusikan peta jalan pemodelan tsunami merah putih.

“Mulai tahun ini dan tahun depan, optimis bisa kita lakukan dan semoga dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Widjo mengatakan Kepala BRIN telah menekankan agar BRIN dan BMKG dapat saling memperkuat kerja sama, termasuk dalam bidang riset tsunami.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, BMKG siap bekerja sama untuk mewujudkan keberlanjutan teknologi pemodelan dan mitigasi tsunami di Indonesia, sekaligus untuk meregenerasi InaTEWS yang dirintis sejak tahun 2008.

Dwikorita berharap InaTEWS dengan pemodelan merah putih ini dapat segera direalisasikan dalam kurun waktu 1-2 tahun. Indonesia mempunyai cukup banyak pakar tsunami. Sumberdaya tersebut perlu dioptimalkan, pengetahuan ini perlu diwariskan ke generasi muda, dan dimanfaatkan untuk NKRI.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BMKGBRINHidrodinamikaInaTEWSMitigasi Bencanatsunami
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Aturan Baru Perjalanan dengan Transportasi Laut

Next Post

IPCC: Perubahan Iklim Membahayakan Ekosistem Laut

Postingan Terkait

Ini Daftar 11 Nama Wisatawan Mancanegara yang Hilang di Teluk Tomini

Ini Daftar 11 Nama Wisatawan Mancanegara yang Hilang di Teluk Tomini

24 Juli 2026
11 Wisatawan Mancanegara dan 2 ABK Hilang di Perairan Teluk Tomini

11 Wisatawan Mancanegara dan 2 ABK Hilang di Perairan Teluk Tomini

24 Juli 2026

10 Wisatawan Mancanegara Hilang di Perairan Teluk Tomini

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Next Post
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

IPCC: Perubahan Iklim Membahayakan Ekosistem Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Ini Daftar 11 Nama Wisatawan Mancanegara yang Hilang di Teluk Tomini

11 Wisatawan Mancanegara dan 2 ABK Hilang di Perairan Teluk Tomini

10 Wisatawan Mancanegara Hilang di Perairan Teluk Tomini

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

Pinisi Tiba di Pulau Babar

KPU Kabupaten Gorontalo Evaluasi Data dan Informasi Pilkada 2024

Topan Wipha Mendarat Dekat Makao dan Terus Menjauh Dari Hong Kong

LIPI: Pengelolaan Program di Perbatasan Tumpang Tindih

Topan Khanun Hampir Tidak Bergerak di Laut Cina Timur Menyebabkan Gangguan di Taiwan, Okinawa dan Zhejiang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.