Jumat, Juni 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jarang Diteliti, Kelompok Macaca hecki Terlihat di Tibawa

redaksi
11 Mei 2021
Kategori : Berita, Konservasi, Laporan Khusus
0
Jarang Diteliti, Kelompok Macaca hecki Terlihat di Tibawa

Macaca hecki (Heck’s Macaque), monyet hitam endemik Sulawesi di Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Mustari yang juga pengajar mata kuliah Ekologi Satwaliar di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, monyet dige hidup berkelompok yang terdiri dari beberapa jantan dan betina. Anggota kelompok berkisar 10 sampai 15 ekor.

Hidupnya di pepohonan (arboreal), semi arboreal, dan di lantai hutan (terrestrial). Monyet Heck’s bergerak menggunakan keempat anggota geraknya (quadra-pedal). Umumnya dige lebih cepat bergerak di lantai hutan daripada di pohon.

Monyet ini beraktivitas pada siang hari atau diurnal. Tempat tidur, menurut Mustari, dipilih pada cabang batang utama. Tidur berkelompok pada satu sarang dan tidak membuat sarang.

Hasil kajian, luas wilayah jelajah antara 75 sampai 100 Ha dengan jelajah harian antara 1 sampai 2 km.

Sedikitnya 10 individu Macaca hecki terlihat di pepohonan di Botumoputi, Tibawa, Gorontalo. FOTO: DARILAUT,ID

Mustari dalam buku panduan lapang menjelaskan bahwa induk hanya melahirkan satu anak.
Habitat satwa endemik Sulawesi ini berada di hutan tropik dataran rendah sampai pegunungan pada ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut (dpl). Kadang juga dijumpai di sekitar ladang dan kebun penduduk.

Status konservasi Macaca hecki menurut IUCN dalah vulnerable atau rentan. Monyet ini masuk dalam Appendix II CITES , serta satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106/2018.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BKSDAIPB UniversityMacaca heckiMonyet GorontaloSulawesi
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Indonesia Berada di Pusaran Perdagangan Satwa Liar Dunia

Next Post

Kawin Silang Monyet Gorontalo

Postingan Terkait

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

12 Juni 2026
Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

12 Juni 2026

Korban Tewas Gempa Sarangani 47 Orang, Rumah Rusak 12.641

Banjir Melanda Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango

Prakiraan Iklim ASEAN: El Niño Moderat Akan Berkembang Juni hingga Agustus

Tiga Mahasiswa Prodi Manajemen UNG Top 30 Global Finalists di Vietnam

Gempa Sarangani di Mindanao Merusak 7.866 Rumah

Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

Next Post
Jarang Diteliti, Kelompok Macaca hecki Terlihat di Tibawa

Kawin Silang Monyet Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Korban Tewas Gempa Sarangani 47 Orang, Rumah Rusak 12.641

Banjir Melanda Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango

Prakiraan Iklim ASEAN: El Niño Moderat Akan Berkembang Juni hingga Agustus

Tiga Mahasiswa Prodi Manajemen UNG Top 30 Global Finalists di Vietnam

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Sosialisasi Serentak di 19 Kecamatan

Tim SAR Menemukan Bangkai Kapal Cahaya Arafah di Kedalaman 45 Meter

Prof Sudarmadji: Banyak Air Sebabkan Banjir dan Kotor

UNG Evaluasi Kinerja Badan Layanan Umum

KKP Catat Kinerja Positif

1 Juta Nelayan Kecil Terima Premi Asuransi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.