Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak 303 Hari Kemunculan Hiu Paus di Botubarani, Teluk Tomini

Novita J. Kiraman
4 November 2025
Kategori : Berita
0
Jejak 303 Hari Kemunculan Hiu Paus di Botubarani, Teluk Tomini

Interaksi hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo. FOTO: SUKIRMAN TILAHUNGA

“Selama 303 hari, hiu paus melakukan agregasi di kawasan Botubarani. Tapi itu bukan berarti individu yang sama setiap kali. Ada yang datang dan pergi bergantian sesuai musim dan ketersediaan makanan,” ujar Verrianto.

Menurut Verrianto, ada dua faktor utama yang membuat hiu paus begitu betah di perairan ini. Pertama, tidak ada paus Orca yang biasanya membuat hiu paus menjauh.

“Tahun ini tidak ada laporan kemunculan paus Orca di sekitar Botubarani, sehingga hiu paus merasa aman untuk berlama-lama.”

Faktor kedua adalah keberadaan empat rumpon di dalam zona interaksi hiu paus. Rumpon—struktur buatan tempat berkumpulnya ikan kecil—berperan penting dalam menjaga rantai makanan laut.

Rumpon dan aktivitas wisatawan yang menggunakan perahu transparan dengan pengambilan gambar melalui pesawat tanpa awak (drone) di zona interaksi perairan Botubarani, Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

“Rumpon ini berpengaruh besar terhadap kehadiran plankton, baik fitoplankton maupun zooplankton, serta ikan-ikan kecil yang menjadi makanan utama hiu paus.”

Meski begitu, Verrianto mengingatkan bahwa aktivitas wisata juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan hiu paus di Botubarani. Para pemandu wisata kerap memberi makanan tambahan berupa udang kecil untuk menarik hiu paus agar tetap berada di sekitar perahu. Aktivitas ini, menurutnya, perlu dibatasi agar tidak mengganggu perilaku alami hiu paus.

“Pemberian makanan tambahan hanya berfungsi agar hiu paus tetap di permukaan laut dan bisa dilihat wisatawan. Tapi faktor utama yang membuat mereka datang tetaplah ketersediaan plankton di rumpon dan musim nike, harus ada batasan seberapa banyak makanan tambahan yang boleh diberikan,” ujarnya.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: BotubaraniHiu Pausteluk tominiWhale Shark
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Topan Kalmaegi Menghantam Sejumlah Wilayah Daratan Filipina

Next Post

Gempa Kuat M6,2 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Gempa Kuat M6,2 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Kuat M6,2 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 9 Desember

Stockholm+50 Ditutup Dengan Seruan Untuk Transformasi Ekonomi dan Lingkungan

Estimasi Covid-19 Tak Terdeteksi di DKI Jakarta 32 Ribu Kasus

Vegetasi Tanaman Pantai Dapat Reduksi Tsunami

18 Desa Terendam Banjir di Pulau Taliabu

Pasokan Sapi Idul Adha, Kapal Ternak dari Kupang Tiba di Dumai

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.