Tema yang diusung “Laut sebagai Ruang Ingatan dan Perubahan: Warisan A.B. Lapian untuk Masa Depan Maritim yang Berkeadilan”.
Didik Pradjoko dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia membahas tema “Timor dalam jaringan perdagangan global: perdagangan cendana”.
Riset itu, menelusuri kawasan Laut Sabu dengan jejak-jejak pelayaran, perdagangan, dan dinamika sosial masyarakat maritim di wilayah timur Indonesia.
Merefleksi karya-karya A.B. Lapian, baginya menghidupkan kembali narasi bahari sebagai pusat sejarah Nusantara, bukan sekadar pelengkap narasi daratan.
Didik menjelaskan dinamika perdagangan cendana, teripang, dan gaharu sebagai komoditas unggulan yang menjadi penggerak ekonomi maritim di kawasan Timur Indonesia.
Didik menyoroti bagaimana perdagangan cendana telah tercatat dalam laporan-laporan kuno dari Tiongkok, Sri Lanka, hingga ke Yunani dan Mesir, membuktikan keterhubungan global Nusantara sejak lama.
Didik menguraikan pentingnya sejarah lisan sebagai sumber utama dalam merekonstruksi masa lalu maritim Indonesia.
Menurut Didik berbagai tradisi lisan dari Larantuka, Alor, dan Solor yang menyebut nama Majapahit sebagai leluhur spiritual dan politik. Ini menandakan besarnya pengaruh kerajaan tersebut hingga ke wilayah Timur Indonesia.




