Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak Sejarah Maritim Indonesia, Bajak Laut Sembunyikan Rampasan di Pulau Terpencil

redaksi
25 September 2025
Kategori : Berita
0
Jejak Sejarah Maritim Indonesia, Bajak Laut Sembunyikan Rampasan di Pulau Terpencil

Kapal uap Zr. Ms. ”Celebes” memerangi bajak laut di Pulau Kanamit (?) karya W. Steffhens. Sumber: Archipelago Press (1995)/Adrian B. Lapian, “Orang Laut Bajak Laut Raja Laut”, Komunitas Bambu (2009).

Abdul juga menjelaskan bahwa perdagangan kopra membawa keterlibatan aktif dari masyarakat lokal seperti Buton dan Mandar. Jika sebelumnya jalur rempah dikuasai oleh orang Eropa, maka dalam perdagangan kopra muncul pelaku baru pedagang Tionghoa.

“Dalam struktur perdagangan maritim, pelabuhan Makassar memainkan peran penting sebagai entrepot atau pelabuhan utama,” kata Abdul.

Pelabuhan ini menjadi titik kumpul komoditas dari berbagai collecting centers seperti Selayar, Mandar, Donggala, hingga Maluku.

Makassar bukan hanya pelabuhan strategis secara geografis, tetapi juga memiliki fasilitas pendukung seperti gudang, akses air bersih, dan jalur sungai yang memudahkan distribusi ke pedalaman.

Kopra tidak hanya membawa kesejahteraan, tetapi juga menjadi sumber konflik. Pada masa pemberontakan DI TII di Sulawesi dan masa-masa awal pembentukan TNI, kopra menjadi komoditas yang diperebutkan oleh berbagai pihak.

Akibatnya, beberapa kampung di Mandar terbakar habis pada tahun 1956–1957, memicu diaspora besar-besaran masyarakat Mandar ke pulau-pulau kecil di Kalimantan Selatan.

Selat Makassar. GAMBAR: GOOGLE EARTH

A.B. Lapian Memorial Lectures (ABLML) kerja sama Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB)  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Pusat Riset Arkeologi, Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN, serta Yayasan Negeri Rempah. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus BRIN KST Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, Selasa (23/09).

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BRINJalur Rempah-RempahKajian MaritimProf Adrian Bernard LapianSejarah peradaban maritimSelat Makassar
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Menggelar Prosesi Wisuda ke-57

Next Post

Topan Bualoi Mendarat di Samar Timur, Filipina

Postingan Terkait

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

6 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Next Post
Topan Bualoi Mendarat di Samar Timur, Filipina

Topan Bualoi Mendarat di Samar Timur, Filipina

TERBARU

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

AmsiNews

REKOMENDASI

Lama Gerhana Matahari Cincin 5 jam 48 menit

KPU Kabupaten Gorontalo Sampaikan Tahapan Pilkada 2024 Dalam Rapat Forkopimda

Kepala Basarnas Temui Korban KM Santika Nusantara

Forum Rektor Bertemu Presiden, Bahas Penguatan SDM

Perpres Publishers Rights Dapat Mendorong Ekosistem Bisnis Media Menjadi Lebih Baik

Perizinan Kapal untuk Menjaga Kelestarian Ikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.