Minggu, Juli 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak Sejarah Maritim Indonesia, Bajak Laut Sembunyikan Rampasan di Pulau Terpencil

redaksi
25 September 2025
Kategori : Berita
0
Jejak Sejarah Maritim Indonesia, Bajak Laut Sembunyikan Rampasan di Pulau Terpencil

Kapal uap Zr. Ms. ”Celebes” memerangi bajak laut di Pulau Kanamit (?) karya W. Steffhens. Sumber: Archipelago Press (1995)/Adrian B. Lapian, “Orang Laut Bajak Laut Raja Laut”, Komunitas Bambu (2009).

Darilaut – Sejarah maritim Indonesia bukan hanya mengenai perdagangan rempah-rempah dan komoditi lainnya di masa lalu. Pulau-pulau kecil juga berperan bagi bajak laut dan perdagangan masa lampau.

Praktik para bajak laut yang menyembunyikan hasil rampasan di pulau-pulau terpencil ini salah satu temuan menarik Abdul Rahman Hamid dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung yang disampaikan dalam acara  A.B. Lapian Memorial Lectures.

Kemudian, bajak laut ini menunggu waktu aman untuk mengambil kembali barang rampasan di pulau-pulau kecil tersebut.

Abdul menelusuri jejak-jejak sejarah bahari sejak 2007 melalui pelayaran langsung, wawancara dengan para pelaut, hingga menggali arsip di Makassar, Jakarta, dan daerah lain.

Melakukan observasi ke pulau-pulau kecil di Selat Makassar. Di tempat itu tersimpan banyak peninggalan sejarah bajak laut dan perdagangan masa lampau.

Abdul menyampaikan materinya dengan tema “Dari Rempah ke Kopra : Membaca Jejak Historis Jalur Maritim dalam Perspektif Keadilan Sosial”.

Dalam kajian sejarah maritim Indonesia, rempah-rempah selama berabad-abad mendominasi jalur perdagangan dunia, menjadikan wilayah Nusantara sebagai magnet bagi kekuatan global. 

Namun, seiring waktu, dominasi rempah perlahan tergantikan oleh komoditas baru, seperti teripang dan kemudian kopra. Pergeseran ini bukan hanya perubahan ekonomi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan politik yang membentuk masyarakat bahari Nusantara.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BRINJalur Rempah-RempahKajian MaritimProf Adrian Bernard LapianSejarah peradaban maritimSelat Makassar
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Menggelar Prosesi Wisuda ke-57

Next Post

Topan Bualoi Mendarat di Samar Timur, Filipina

Postingan Terkait

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

19 Juli 2026
Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

19 Juli 2026

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Next Post
Topan Bualoi Mendarat di Samar Timur, Filipina

Topan Bualoi Mendarat di Samar Timur, Filipina

TERBARU

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

AmsiNews

REKOMENDASI

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Rektor UNG Resmikan Edu Dive Center, Fasilitas Riset dan Pengembangan Kelautan

100 Paus Pilot Terdampar di Sri Lanka

Belum Ada Kepastian Tata Ruang Laut di Kepulauan Babel

Rantai Pasok Perikanan dan Tantangan yang Dihadapi Nelayan di Indonesia

19 Juta Orang Terkena Dampak Topan Yagi di Vietnam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.