Darilaut – Sejarah maritim Indonesia bukan hanya mengenai perdagangan rempah-rempah dan komoditi lainnya di masa lalu. Pulau-pulau kecil juga berperan bagi bajak laut dan perdagangan masa lampau.
Praktik para bajak laut yang menyembunyikan hasil rampasan di pulau-pulau terpencil ini salah satu temuan menarik Abdul Rahman Hamid dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung yang disampaikan dalam acara A.B. Lapian Memorial Lectures.
Kemudian, bajak laut ini menunggu waktu aman untuk mengambil kembali barang rampasan di pulau-pulau kecil tersebut.
Abdul menelusuri jejak-jejak sejarah bahari sejak 2007 melalui pelayaran langsung, wawancara dengan para pelaut, hingga menggali arsip di Makassar, Jakarta, dan daerah lain.
Melakukan observasi ke pulau-pulau kecil di Selat Makassar. Di tempat itu tersimpan banyak peninggalan sejarah bajak laut dan perdagangan masa lampau.
Abdul menyampaikan materinya dengan tema “Dari Rempah ke Kopra : Membaca Jejak Historis Jalur Maritim dalam Perspektif Keadilan Sosial”.
Dalam kajian sejarah maritim Indonesia, rempah-rempah selama berabad-abad mendominasi jalur perdagangan dunia, menjadikan wilayah Nusantara sebagai magnet bagi kekuatan global.
Namun, seiring waktu, dominasi rempah perlahan tergantikan oleh komoditas baru, seperti teripang dan kemudian kopra. Pergeseran ini bukan hanya perubahan ekonomi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan politik yang membentuk masyarakat bahari Nusantara.




