Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang selama ini dibangun kedua program studi. Capaian itu diperoleh setelah melalui proses akreditasi yang komprehensif, mulai dari evaluasi dokumen, penilaian kinerja akademik, hingga asesmen lapangan oleh tim asesor LAMDIK.
Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan, pencapaian akreditasi Unggul tidak boleh dipandang sebagai akhir dari sebuah proses. Sebaliknya, status akreditasi Unggul menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi prodi untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di masa mendatang.
Menurut Eduart, mutu pendidikan tinggi harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, termasuk menjawab tantangan transformasi digital, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi, serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.
Akreditasi Unggul bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah bukti nyata komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Pengakuan ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi, menjaga konsistensi mutu, serta memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat, kata Rektor.
Sementara itu, prodi Ilmu Kelautan jenjang Sarjana (S1) Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG berhasil meraih peringkat akreditasi “Baik”.




