“Ketidakseimbangan ini menjadi PR kita hari ini untuk bisa ditangani bersama,” kata Septiaji.
Pemimpin Redaksi IDNTimes, Uni lubis, menggarisbawahi kerja terpenting jurnalis terkait kewajiban disiplin verifikasi dan klarifikasi data dalam setiap proses jurnalisme; mulai dari gathering, proses produksi hingga distribusi beritanya.
Uni Lubis menjelaskan sejak masih jadi reporter, dalam menjalankan kerja jurnalistiknya selalu tak pernah melupakan inti kerja jurnalis yakni mengklarifikasi kebenaran suatu informasi.
Menurut Uni Lubis tugas jurnalis adalah fack checking dan menyajikan kebenaran yang merupakan kumpulan informasi-informasi yang sudah diverifikasi. “Termasuk isu yang belum lama ini ramai soal penganiayaan wakil menteri oleh seorang menteri di kabinet Jokowi,” kata Uni Lubis, kerja jurnalistik seperti itu adalah wajib mengklarifikasi dan memverifikasi.
Uni Lubis mengatakan tidak ada jaminan media besar akan luput dari kemungkinan lalai jika disiplin verifikasinya ada yang terlewat, dengan mencontohkan media besar seperti New York Times di Amerika, dan Tempo di Indonesia pun pernah mengalaminya.
Meski narasumber tepercaya, kata Uni Lubis, kadang kerap menyampaikan data salah yang kemudian harus diverifikasi oleh para jurnalis. Contoh kasus Tempo yang harus meminta maaf karena salah memuat quotation dari narasumber yang keliru, dan ini merupakan hal yang sudah benar untuk dilakukan.




