Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Juru Mudi KM Bone I Ditemukan Meninggal Dunia di Pulau Rambut

redaksi
30 September 2019
Kategori : Berita
0
Juru Mudi KM Bone I Hilang Antara Pulau Bidadari dan Pulau Ayer

FOTO: BASARNAS

Jakarta – Juru mudi KM Bone I bernama Firdaus (40 tahun) yang hilang di perairan Teluk Jakarta antara pulau Bidadari dan Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (29/9). Korban ditemukan di Pulau Rambut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman mengatakan, korban atas nama Firdaus telah ditemukan meninggal dunia di pantai timur Pulau Rambut dan telah dievakuasi oleh Polres Kepulauan Seribu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta menerima informasi pada Minggu (29/9) dari Polres Kepulauan Seribu.

Diinformasikan, telah ditemukan mayat manusia tanpa identitas di pantai timur Pulau Rambut oleh petugas BKSDA DKI Jakarta yang bertugas disana. Ciri-ciri sama dengan korban Juru Mudi KM Putra Bone I dan telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

KM Putra Bone I, pada Minggu (22/9) bergerak dari Pulau Bidadari menuju Pulau Ayer. Dalam perjalanan pengemudi kapal/korban meminta digantikan oleh Nakhoda untuk buang air. 10 menit berlalu korban tidak kunjung kembali. Setelah dilakukan pencarian, korban tidak berada di kapal.

Mengetahui hal itu, Nakhoda menghentikan kapalnya dan mencurigai korban terjatuh ke laut saat buang air saat perjalanan menuju pulau Ayer.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BasarnasKepulauan SeribuNelayan hilang
Bagikan6Tweet2KirimKirim
Previous Post

Dari Mana Datangnya Ikan Mackerel

Next Post

Wamena Belum Kondusif, Kemenhub Siapkan Kapal Laut Bantu Evakuasi Pengungsi

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Wamena Belum Kondusif, Kemenhub Siapkan Kapal Laut Bantu Evakuasi Pengungsi

Wamena Belum Kondusif, Kemenhub Siapkan Kapal Laut Bantu Evakuasi Pengungsi

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Super Ragasa Mendekati Hong Kong, Sekolah, Kantor dan Tempat Rekreasi Ditutup

Rumpon Portable Dapat Dibawa dan Disimpan

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Indonesia Belum Banyak Memonitor Sumber Daya laut Secara Berkelanjutan

Kemenhub: Jangan Berlayar Bila Cuaca Buruk

Topan Kalmaegi Menguat di Laut Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.