Prof Eddy menyampaikan prediksi ini dalam pembahasan mengenai fenomena El Nino yang digelar PRIMA – BRIN melalui
Diskusi Pakar bertema “Memahami Anomali Cuaca dan Iklim di Benua Maritim Indonesia” secara hybrid, Selasa (1/8).
Eddy tak menampik jika impak El Nino walaupun moderat sudah dirasakan di wilayah timur Indonesia.
Tak hanya itu, indikasi kebakaran hutan juga sudah terlihat. “Kecil kemungkinannya terjadi musim kemarau basah, mengingat Indian Ocean Dipole (IOD) sudah tidak lagi menuju fase negatif, dan juga hilangnya kolam dingin di pantai barat Sumatera Selatan,” ujarnya.





Komentar tentang post