Rabu, April 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kaitan El Nino, Global Warming dan Kemarau Basah

redaksi
4 Agustus 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Organisasi Meteorologi: El Nino Dapat Memicu Panas yang Lebih Ekstrem

El Nino. GAMBAR: WMO

Peneliti Ahli Madya PRIMA-BRIN, Erma Yulihastin, mengatakan pada tahun ini bisa jadi terjadi kemarau basah.

Hal itu lantaran adanya Suhu Muka Laut yang menghangat, anomali divergensi dan konvergensi.

Ditambah dengan adanya angin dari timur dan berbelok ke wilayah indonesia yang menjadi pusat dari uap air yang menjadikan kemarau basah.

“Dari sisi historis, El Nino terjadi biasanya netral dulu, maka skenario El Nino akan terjadi pada 2024,” katanya.

Hanya saja, kata Erma, jika melihat fenomena perbedaan dampak iklim dan cuaca di beberapa daerah ini perlu disikapi, salah satu kuncinya dengan melakukan pemetaan secara regional.

Karena wilayah Indonesia memiliki kepulauan-kepulauan yang besar dan lautan. “Ambil contoh di Kalimantan saja, beda antara utara dan selatan,” katanya.

Menurut Erma, saat ini perlu adanya tools yang handal untuk bisa memetakan secara detil. Sebab saat ini, parameter global tidak bisa jadi lagi tolok ukur.

Puncak El Nino diperkirakan bakal bergeser pada akhir September dan awal Oktober 2023. Hal ini disampaikan Peneliti Ahli Utama PRIMA-BRIN Prof Eddy Hermawan.

Prof Eddy memprediksi pergeseran ini berdasarkan kajiannya dari berbagai literatur ilmiah.

“El Nino tahun 2023 tergolong unik karena puncaknya diduga bakal terjadi akhir September/awal Oktober 2023, tidak pada bulan November/Desember seperti pada umumnya. Selain itu, durasinya pun tergolong relatif pendek (berakhir hingga awal tahun 2024),” kata Eddy.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINEl NinoMusim KemarauPemanasan Global
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Khanun Bertahan di Laut Cina Timur, Selajutnya Akan Bergerak ke Timur-Timur Laut

Next Post

Gempa Laut Maluku Mengguncang Gorontalo dan Bolaang Mongondow

Postingan Terkait

UNG Menggelar Wisuda ke-60

UNG Menggelar Wisuda ke-60

15 April 2026
Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

15 April 2026

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Bibit Siklon Tropis 92S Berada di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

Mahasiswa KKN Tematik UNG Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Penguatan Digital

Topan Super Sinlaku Mendekati Kepulauan Mariana Utara

Next Post
Gempa Laut Maluku Mengguncang Gorontalo dan Bolaang Mongondow

Gempa Laut Maluku Mengguncang Gorontalo dan Bolaang Mongondow

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Bibit Siklon Tropis 92S Berada di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

AmsiNews

REKOMENDASI

Peneliti ITS Temukan Bakteri Pengurai Polusi Minyak Bumi di Laut

10 Orang Korban Banjir dan Longsor di Humbang Hasundutan Masih Dalam Pencarian

Siklon Tropis Maila Masih Bergerak Lambat di Laut Solomon

Kepolisian Daerah dan Universitas Negeri Gorontalo Mengkaji Pertambangan Batu Hitam

Dengan Konkit Biaya Operasional Melaut Lebih Irit

Memadukan Budidaya Lobster dan Kerang Berhasil Meningkatkan Pendapatan Pembudidaya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.