Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kaitan El Nino, Global Warming dan Kemarau Basah

redaksi
4 Agustus 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Organisasi Meteorologi: El Nino Dapat Memicu Panas yang Lebih Ekstrem

El Nino. GAMBAR: WMO

Darilaut – Dampak iklim di beberapa wilayah di Indonesia bukan hanya dipengaruhi oleh El Nino, akan tetapi bisa dari global warming (pemanasan global).

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Edvin Aldrian berpandangan jika terjadi perbedaan dampak iklim di beberapa wilayah di Indonesia, tidak hanya dipengaruhi oleh El Nino tapi juga bisa dari global warming.

Prof Aldrian melihat dua-duanya memiliki kekuatan yang sama. Jika El Nino lemah, maka berfungsi global warming atau sebaliknya.

“Ini yang jadi pertanyaan di Indonesia kenapa masih terjadi hujan,” ujarnya.

Akan tetapi, Aldrian sepakat jika tahun ini terjadi El Nino. Yang dilihat di Indonesia suhu muka laut yang panas. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi El Nino sudah terobservasi.

Temperatur suhu muka laut daerah khatulistiwa (SSTs) di atas rata-rata di pusat hingga timur samudera Pasifik. Anomali kondisi suhu muka laut di daerah khatulistiwa konsisten dengan kondisi El Nino yang lemah.

Namun demikian, Aldrian menyebutkan perlu sinyal El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang kuat agar dampak ENSO bisa terdeteksi.

Apabila sinyal ENSO tidak kuat ada kemungkinan kemarau basah.

Hal ini terjadi karena suhu laut Indonesia akan lebih tinggi dari musim kemarau atau masa sinyal peralihan dari kemarau dan basah. Di mana, suhu laut tinggi karena ada fenomena global warming.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINEl NinoMusim KemarauPemanasan Global
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Khanun Bertahan di Laut Cina Timur, Selajutnya Akan Bergerak ke Timur-Timur Laut

Next Post

Gempa Laut Maluku Mengguncang Gorontalo dan Bolaang Mongondow

Postingan Terkait

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

23 Oktober 2026
Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Next Post
Gempa Laut Maluku Mengguncang Gorontalo dan Bolaang Mongondow

Gempa Laut Maluku Mengguncang Gorontalo dan Bolaang Mongondow

Komentar tentang post

TERBARU

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

AmsiNews

REKOMENDASI

Negara-Negara ASEAN Perkuat Penanganan Polusi Plastik dan Sampah Laut

Cegah Virus Corona, Bukan Dengan Membasmi Kelelawar

Badai Kategori 2 Fina Mengarah ke Dekat Darwin Australia

Hiu Paus Menetap Sementara di Perairan Botubarani

Topan Super Ragasa Mendarat di Pulau Calayan, Filipina

Gempa Maluku, 2.675 Rumah Rusak

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.