Minggu, Agustus 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kajian Hisab Astronomi Posisi Hilal

redaksi
2 Juli 2022
Kategori : Berita
0
Informasi Hilal Sebagai Penentu Awal Bulan Syawal 1441 H

Ilustrasi hilal. FOTO: BMKG

Darilaut – Profesor Riset Astronomi – Astrofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengatakan hisab masuknya awal bulan dapat ditentukan dengan adanya kriteria dalam penentuannya, dan perlu ada verifikasi untuk menghindari rukyat yang keliru.

Ini juga menjadi dasar dalam pembuatan kalender berbasis hisab yang dapat digunakan dalam prakiraan rukyat.

Adopsi kriteria juga menjadi perlu yang didasarkan pada dalil syar’i awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih, dan pada akhirnya kriteria harus mengupayakan titik temu pengamal rukyat dan pengamal hisab, untuk menjadi kesepakatan bersama.

Hal ini sampaikan Prof Thomas dalam kegiatan Bimas Islam, Kementerian Agama, mengenai kajian hisab astronomi posisi hilal penentu awal Zulhijah 1443 H, Rabu (29/6).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Agama, Ketua MUI, Imam Besar Masjid Istiqlal, dan Ormas-Ormas Islam.

Kajian Thomas tentang “Menuju Titik Temu Unifikasi Kalender Hijriyah dengan Kriteria Baru MABIMS”.

Sesuai kesepakatan pada 8 Desember 2021 antara Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), kriteria baru tersebut sudah bisa diimplementasikan tahun 2022 ini.

Untuk terlihatnya hilal, kata Thomas, bukan hanya faktor posisi yang diperhitungkan. Tetapi juga harus diperhitungkan faktor cahaya hilal dan cahaya syafak (cahaya senja).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AstronomiBRINHilalKementerian AgamaMuhammadiyahNahdlatul UlamaProf Thomas Djamaluddin
Bagikan17Tweet1KirimKirim
Previous Post

Badai Chaba Tingkatkan Potensi Pertumbuhan Awan Hujan

Next Post

86 Titik Memantau Hilal, Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Postingan Terkait

Dalam Sehari Indonesia Diguncang Gempa Sangat Kuat di Laut dan Darat Berjarak 3.000 km

Dalam Sehari Indonesia Diguncang Gempa Sangat Kuat di Laut dan Darat Berjarak 3.000 km

15 Agustus 2026
Indonesia Rocked by Very Strong Earthquakes at Sea and on Land 3,000 km Apart in a Single Day

Indonesia Rocked by Very Strong Earthquakes at Sea and on Land 3,000 km Apart in a Single Day

15 Agustus 2026

Korban Meninggal Dunia Gempa Dahsyat NTT Bertambah Menjadi 14 Orang, Puluhan Bangunan Rusak

Gempa Bumi M 6,4 Dirasakan 30 Detik di Kabupaten Simalungun dan Kota Medan Sumatra Utara

USGS Mencatat Gempa Sumatra Utara M 6,9 Dekat Pematangsiantar

Gempa Kuat di Darat M 6,4 Mengguncang Simalungun Sumatra Utara

BMKG Kirim Tim Ahli Survei Pemetaan Gempa Bumi M 7,7 di NTT dan Tsunami

Massive M7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara Caused by Flores Back-Arc Thrust Activity, Tsunami Waves Reach 10 Coastal Locations

Next Post
Ini 101 Lokasi Pemantauan Hilal di Seluruh Indonesia

86 Titik Memantau Hilal, Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Komentar tentang post

TERBARU

Dalam Sehari Indonesia Diguncang Gempa Sangat Kuat di Laut dan Darat Berjarak 3.000 km

Indonesia Rocked by Very Strong Earthquakes at Sea and on Land 3,000 km Apart in a Single Day

Korban Meninggal Dunia Gempa Dahsyat NTT Bertambah Menjadi 14 Orang, Puluhan Bangunan Rusak

Gempa Bumi M 6,4 Dirasakan 30 Detik di Kabupaten Simalungun dan Kota Medan Sumatra Utara

USGS Mencatat Gempa Sumatra Utara M 6,9 Dekat Pematangsiantar

Gempa Kuat di Darat M 6,4 Mengguncang Simalungun Sumatra Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Pendanaan Iklim untuk Negara-negara Pulau Kecil

AMSI Selalu Menjaga Kualitas Produk Jurnalistik

Terumbu Karang Terpapar Plastik Rentan Terkena Penyakit

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Morbili, Virus yang Menginfeksi Cetacea

Memiliki Tanduk, Bangkai Mamalia Laut di Nias Diduga Paus Balen

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.