Potensi perbedaan bisa dilihat dari analisis garis tanggal pada saat maghrib 29 Juni 2022.
Di Indonesia, posisi bulan telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal sehingga awal Dzulhijjah 1443 adalah 30 Juni 2022 (Idul Adha 9 Juli 2022).
Namun posisi bulan belum memenuhi kriteria baru MABIMS/RJ2017. Disimpulkan dengan kriteria RJ awal Dzulhijjah 1443 adalah pada hari berikutnya, yaitu 1 Juli 2021 (Idul Adha 10 Juli 2022). Hal ini akan diputuskan pada Sidang Isbat hari ini.
Thomas mengatakan kriteria Wujudul Hilal yang diamalkan Muhammadiyah dan kriteria lama MABIMS (2-3-8) yang diamalkan Nahdlatul Ulama perlu dicarikan titik temu yang lebih tinggi berdasarkan data astronomis.
Kriteria [3 – 6,4] juga mempertimbangkan lompatan agar tidak terlalu besar seperti kriteria Istanbul [5 – 8] atau kriteria Odeh yang menggunakan beda tinggi (ARV) 5,6o untuk sabit bulan (W) sangat tipis (0,1’).
Kriteria [3 – 6,4] bisa menjadi titik temu pengamal rukyat dan pengamal hisab dengan mengadopsi data rukyat jangka panjang dengan parameter yang mudah dihisab. Kriteria [3 – 6,4] yang sudah diterima di negara-negara MABIMS berpotensi menjadi dasar kriteria kalender hijriyah regional ASEAN.
“Kalender regional lebih baik daripada Kalender islam Global yang menimbulkan kontroversi dalam implementasi ibadah,” ujarnya.





Komentar tentang post