Ahmad mengatakan, KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu yang menjadi Mission Coordinator (MC) Tier 1 sesuai Perpres no 109 tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut harus melakukan pengawasan secara terus menerus terhadap upaya penanganan kebocoran gas dan tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi ONWJ di Pantai Utara Jawa.
“Untuk penanganan Offshore, hingga saat ini sudah melibatkan 46 kapal dan 937 orang personel yang dikerahkan untuk mengatasi tumpahan minyak dan oil boom yang digunakan sepanjang 5.700 meter,” kata Ahmad.
Total tumpahan minyak yang dikumpulkan hingga Jumat (9/8) pukul 22.00 WIB secara akumulatif sebanyak 4.803,42 barrel.
Sementara untuk penanganan Onshore, oil boom yang terpasang sepanjang 2.070 meter dan personel yang terlibat sebanyak 2.856 orang yang terdiri dari KSOP Kepulauan Seribu, OSCT, masyarakat sekitar, Pokwasmas, TNI dan Polri.*





Komentar tentang post