Kapal Pelayaran Rakyat untuk Daerah Terpencil

Tol laut. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang dihibahkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia diharapkan dapat menjangkau daerah yang sangat terpencil.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo mengatakan, pengadaan kapal Pelra oleh Kementerian Perhubungan bertujuan untuk mendukung konektivitas antar daerah di seluruh wilyah Indonesia lebih meningkat. Sehingga masyarakat yang berada di daerah yang sangat terpencil pun dapat merasakan manfaat dari program tol laut.

Kapal Pelra ini mampu mengangkut barang sekitar 10 ton dan penumpang sebanyak 24 orang. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi fasilitas yang cukup memadai seperti AC dan lain sebagainya.

Kemenhub pada Jumat (11/10) kembali menghibahkan sebanyak 37 unit kapal Pelayaran Rakyat kepada 34 pemerintah daerah. Acara penandatanganan berita serah terima hibah kapal kapal pelayaran rakyat dilaksanakan secara simbolis di Jakarta.

Selain Dirjen Perhubungan Laut, turut menyaksikan dalam acara tersebut Gubernur Provinsi Gorontalo Rusli Habibie, serta para Bupati Kepala Daerah penerima hibah kapal tersebut.

“Kami berharap kapal ini bisa dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat setempat. Sehingga nantinya bisa membantu kehidupan masyarakat sekitar membaik, bermanfaat, dan memberikan dampak sosial ekonomi daerah masing-masing,” kata Agus.

Dalam laporannya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko mengatakan, hasil pembangunan kapal Pelra sebanyak 94 unit melalui dana tahun anggaran 2018. Secara simbolis Menteri Perhubungan telah menyerahkan sebanyak 12 unit kapal kepada 12 Pemerintah Daerah, 15 April 2019 di Surabaya dan sebanyak 44 unit kapal pada 18 Juli 2019.

Kemudian, Jumat (11/10) sebanyak 34 unit kapal kembali dihibahkan kepada pemerintah daerah. Menyusul 13 unit kapal lagi akan segera dihibahkan, setelah terpenuhi persyaratan administratif.*

Exit mobile version