Kasal menyampaikan strategi pembangunan TNI AL yang diselaraskan dengan lima pilar poros maritim dunia. Dengan metode membangun budaya maritim, kedaulatan pangan laut, Infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim dan pertahanan maritim.
Dalam kuliah umum ini, mahasiswa UHT menanyakan tentang peran TNI AL dalam menghadapi tindakan adanya pencemaran laut, konflik dan potensi konflik di Laut China Selatan. Kuliah umum diikuti 900 mahasiswa UHT, STTAL, Kodiklatal, dan AAL, serta Stikes Surabaya.
Rektor UHT Dr Sudirman mengatakan, kuliah pakar ini dalam rangka meningkatkan pendidikan, penelitian dan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kemaritiman.
Selain itu, menurut Rektor, kegiatan kuliah umum ini merupakan suatu kehormatan bagi civitas akademika UHT untuk lebih memantapkan pemahaman dan menambah pengetahuan sebagai bekal dalam menunjang kegiatan perkuliahan.*





Komentar tentang post