Jumat, Januari 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Satwa Berdarah Biru Ada di Gorontalo Utara

redaksi
17 November 2018
Kategori : Biota Eksotis
0
Ketam tapak kuda

Tachipleus gigas (Ketam tapak kuda). FOTO: DARILAUT.ID

SATWA laut ini, bukan hanya unik dan memiliki darah biru yang harganya mahal. Nelayan dan yang tinggal di pesisir pantai memberi nama satwa ini dengan sebutan Mimi atau Belangkas.

Menurut Nasruddin yang pernah bekerja sebagai konsultan Coastal Community Development Project – International Fund for Agricultural Development (CCDP – IFAD), di perairan Gorontalo Utara, ketam tapak kuda hidup di perairan yang ada atau didekat tumbuhan mangrove.

Nasruddin mengatakan, dari 250 kilo meter panjang garis pantai Gorontalo Utara, terdapat beberapa spot yang pernah ditemukan Ketam tapak kuda. Sebarannya, seperti di Tolanggio dan Popalo, serta di Tolinggula, Biau.

Ketam tapak kuda, telah hidup ratusan juta tahun lalu. Satwa ini bertahan dari kepunahan massal di bumi. Ketam tapak kuda, memiliki nama ilmiah Tachipleus gigas.

Ketam tapak kuda
Kepiting tapal kuda atau ketam tapak kuda. FOTO: DARILAUT.ID

Dalam dunia kedokteran, darah Tachipleus gigas sangat berharga karena digunakan untuk bahan penguji endotoksin dan dapat mendiagnosis penyakit. Darahnya yang biru berisi hemosianin, yang mahal harganya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Akhmad Fauzi M.Sc mengatakan, harga per liter darah kepiting tapal kuda yang sudah diekstrak bernilai hingga USD 60 ribu. Darah biru dari ketam tapak kuda digunakan NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat) sebagai bahan penyeteril pesawat ulang alik.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: gorontalo utaraKetam Tapak Kuda
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Kasal: Materi Geografi Kurang Diperhatikan Generasi Muda

Next Post

Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Lombok Barat

Postingan Terkait

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Pulau Taiping, Taiwan

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Pulau Taiping, Taiwan

14 Oktober 2024
Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru di Guangdong, Cina selatan

Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru di Guangdong, Cina selatan

14 Oktober 2024

Pari Kikir Tak Bisa Ditangkap Secara Bebas

Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Fosil Kerang Langka Ditemukan dalam Keadaan Hidup

Triliunan Bayi Kepiting Merah Migrasi Tahunan di Pulau Christmas

Ini Keunikan Ikan Capungan Banggai, Jantan Mengerami Telur di Rongga Mulut

Ikan Capungan Banggai, Spesies Endemik di Perairan Sulawesi Tengah

Next Post
Nelayan hilang

Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Lombok Barat

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit Siklon Tropis 92W Berada di Dekat Guam

Redupnya Bisnis Media dan Jaminan Kesejahteraan Wartawan di Indonesia

Gempa Bumi M5,4 di Teluk Tomini Berasosiasi dengan Aktivitas Zona Penunjaman Sulawesi

Bibit Siklon Tropis 92P Terletak di Selatan Barat Daya Merauke

Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Kondisi Lamun Indonesia Beragam, Ini Metode Perhitungan Faktor Emisi Akibat Degradasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Paus Terdampar di Teluk Benoa

Nelayan Gorontalo, Minahasa Selatan dan Bantul Hilang Melaut

IDNOG Akan Membahas Cyber Security di era Kecerdasan Buatan dan Perlindungan Data Pribadi

Perubahan Iklim, Banjir Jabodetabek Menyeruak dari Tibet

Perikanan Teripang di Indonesia

Malam Ini Badai Siklon Biparjoy Diperkirakan Mendarat di Pakistan dan India

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.